TODAYNEWS.ID – Organisasi anti-pemukiman Israel Peace Now memperingatkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bahwa dirinya sedang ditipu oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Pernyataan itu disampaikan Peace Now setelah rezim Zionis melanjutkan aneksasi de facto Tepi Barat (Palestina) yang diduduki.
“Kami memperingatkan Presiden Trump – Netanyahu sedang menipu Anda! Anda mengatakan Anda tidak akan mengizinkan aneksasi, tetapi dia melakukan aneksasi tepat di depan mata Anda,” kata Peace Now seperti dilaporkan Kantor Berita Presstv, Senin (16/2/2026).
Meski Trump sudah mengatakan bahwa dirinya menentang pencaplokan wilayah tersebut oleh Israel, rezim Zionis justru memutuskan untuk melakukan aneksasi skala penuh di Tepi Barat.
“Keputusan rezim Israel mengenai pemukiman lahan di Tepi Barat merupakan perampokan besar-besaran atas tanah Palestina”.
“Pendaftaran lahan akan mengakibatkan pengalihan kepemilikan sebagian besar Area C (mencakup lebih dari 60 persen wilayah Palestina) kepada rezim tersebut, dan warga Palestina tidak akan memiliki kemungkinan nyata untuk menjalankan hak kepemilikan mereka,” tambahnya.
Lembaga tersebut juga mengungkapkan bahwa rezim Zionis sebenarnya telah melarang aneksasi semacam itu setelah Perang Enam Hari yang didukung Barat pada tahun 1967 dan menyebabkan pendudukan di Tepi Barat.
Lebih jauh, rezim Zionis juga telah menyiapkan dana awal sebesar 244,1 juta shekel (lebih dari $78 juta) yang dialokasikan hingga tahun 2030 untuk membangun mekanisme pendaftaran dan penyelesaian lahan di Area C.