Bendera Iran. Foto: Unsplash TODAYNEWS.ID – Republik Islam Iran menegaskan sudah berulang kali memperingatkan Amerika Serikat (AS) dan Israel, bahwa setiap serangan yang dilancarkan ke negara itu akan dibalas dengan pembalasan paling menyakitkan.
Kepala Komisi akeamanan Nasional Iran Ebrahim Azizi, usai militer AS-Israel melakukan serangan ke sejumlah wilayah Iran, pada Sabtu (28/2/2026) pagi.
“Kami sudah memperingatkan Anda,” tegas Ebrahim Azizi, di media sosial seperti dilaporkan Aljazeera.
Dia menegaskan, bahwa sebelum ini negaranya sudahmenyatakan berkali-kali akan berperang secara total jika Iran terlebih dahulu diserang.
“Kami sudah memperingatkan kalian! Sekarang kamu telah memulai jalan yang ujungnya sudah tidak lagi berada dalam kendalimu,” tambahnya menegaskan.
Sementara itu, seorang Pejabat Iran lainnya, mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa Iran akan membalas dengan serangan yang menghancurkan.
Pejabat itu mengatakan bahwa Teheran sedang mempersiapkan tanggapan terhadap serangan AS-Israel, dan serangan balasan tersebut diperkirakan akan sangat dahsyat.
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa Washington sudah memulai melakukan operasi tempur mereka ke Iran secara besar-besaran.
“Militer AS memulai operasi tempur besar-besaran di Iran. Tujuan kami adalah untuk membela rakyat Amerika dengan melenyapkan ancaman dari rezim Iran,” katanya.
Trump juga mengatakan bahwa serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran bertujuan untuk “menghilangkan ancaman nyata dari rezim Iran”.
Seperti diberitakan, beberapa ledakan terdengar di ibu kota Iran, Teheran, sementara ledakan juga dilaporkan terjadi di beberapa lokasi lain di seluruh negeri.