x

Mobilitas Jawa Tengah Meningkat, KAI Perkuat Layanan Kereta Aglomerasi

waktu baca 4 menit
Sabtu, 7 Feb 2026 20:01 24 Azis Arriadh

TODAYNEWS.ID – PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus memperkuat mobilitas di Jawa Tengah dengan meningkatkan layanan kereta api di wilayah aglomerasi. Langkah ini dilakukan untuk mendukung konektivitas antarkota, mendorong aktivitas ekonomi, serta memudahkan perjalanan harian masyarakat.

“Akhir pekan dan masa libur kerap menjadi momen meningkatnya mobilitas masyarakat di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta,” kata Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.

Menurutnya, perjalanan antarkota, akses menuju bandara, hingga mobilitas harian di kawasan perkotaan semakin menegaskan pentingnya transportasi publik berbasis rel dalam mendukung mobilitas di Jawa Tengah.

“Tren tersebut tercermin dari kinerja layanan kereta api perkotaan, lokal, dan bandara yang terus bertumbuh sepanjang Januari 2026,” ujar Anne.

Ia menambahkan, pola pergerakan tersebut selaras dengan gambaran mobilitas wilayah yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025. Jawa Tengah tercatat sebagai salah satu provinsi dengan intensitas perjalanan komuter antarkabupaten/kota yang tinggi, khususnya pada koridor Semarang–Solo–Yogyakarta–Purwokerto.

Aktivitas ekonomi, pendidikan, pariwisata, hingga layanan publik yang saling terhubung mendorong kebutuhan perjalanan yang terjadwal, nyaman, dan mudah diakses. Karena itu, penguatan layanan kereta menjadi bagian penting dalam mendukung mobilitas kawasan yang semakin dinamis.

Dalam konteks tersebut, lanjut Anne, KAI terus memperkuat layanan angkutan perkotaan sebagai bagian dari ekosistem mobilitas kawasan aglomerasi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Anne menyampaikan tren peningkatan pelanggan pada berbagai layanan menunjukkan perubahan kebiasaan perjalanan masyarakat yang semakin mengandalkan kereta api.

“Kereta api kini menjadi pilihan perjalanan yang nyaman untuk berbagai kebutuhan, mulai dari mobilitas harian, perjalanan akhir pekan, hingga akses menuju bandara,” tutur Anne.

Layanan antarkota dalam kawasan aglomerasi juga menunjukkan kinerja positif melalui KA Joglosemarkerto. Pada Januari 2026, kereta api kelas eksekutif dan ekonomi New Generation itu melayani 110.409 pelanggan, meningkat dibandingkan 97.929 pelanggan pada Januari 2025.

“Rute lingkar Yogyakarta–Solo–Semarang–Purwokerto menjadikan layanan ini banyak dimanfaatkan untuk perjalanan keluarga, aktivitas wisata, maupun mobilitas antarwilayah,” katanya.

Peningkatan ini menegaskan bahwa mobilitas di Jawa Tengah semakin terintegrasi melalui jalur rel yang menghubungkan pusat-pusat aktivitas utama.

Konektivitas menuju bandara turut diperkuat melalui KA BIAS (Kereta Api Bandara Adi Soemarmo). Sepanjang Januari 2026, layanan ini melayani 74.102 pelanggan, naik dari 63.730 pelanggan pada Januari 2025.

KA BIAS memudahkan perjalanan dari pusat Kota Solo hingga wilayah Caruban dan Madiun, sekaligus mendukung kelancaran perjalanan udara.

Di wilayah barat Jawa Tengah dan DIY, Kereta Api Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) juga mencatat kinerja stabil. Pada Januari 2026, layanan ini melayani 239.331 pelanggan, meningkat dari 229.716 pelanggan pada Januari 2025.

Kehadiran layanan reguler dan Xpress memberikan fleksibilitas perjalanan bagi wisatawan maupun masyarakat yang bepergian untuk keperluan keluarga dan pekerjaan.

Mobilitas harian di kawasan perkotaan tetap ditopang oleh KRL Area VI Yogyakarta (Commuter Line Yogyakarta–Palur). Sepanjang Januari 2026, layanan ini melayani 758.375 pelanggan, meningkat dari 712.152 pelanggan pada Januari 2025.

Dengan frekuensi 27 hingga 31 perjalanan per hari dan melayani 11 stasiun utama, KRL Area VI menjadi penghubung penting wilayah Yogyakarta, Klaten, hingga Solo Raya.

Selain itu, layanan kereta lokal turut melengkapi pergerakan masyarakat. KA Prameks melayani 94.567 pelanggan pada Januari 2026, meningkat dari 86.973 pelanggan pada Januari 2025, pada rute Yogyakarta–Kutoarjo dengan tarif terjangkau.

Sementara itu, KA Batara Kresna relasi Purwosari–Wonogiri (PP) melayani 16.294 pelanggan, naik dari 12.497 pelanggan pada periode yang sama tahun sebelumnya seiring peningkatan frekuensi perjalanan.

Anne menambahkan, meningkatnya penggunaan kereta api di Jawa Tengah mencerminkan peran angkutan berbasis rel dalam mendukung mobilitas Jawa Tengah yang semakin dinamis.

“Kereta api menghadirkan perjalanan yang lebih tertata, nyaman, dan mudah diakses. Dengan layanan yang saling terhubung, kereta api menjadi solusi mobilitas yang relevan untuk berbagai kebutuhan perjalanan masyarakat,” jelasnya.

Sebagai simpulan, penguatan layanan kereta api ini menunjukkan bahwa mobilitas kawasan aglomerasi tidak hanya tumbuh secara kuantitatif, tetapi juga semakin terintegrasi. Ke depan, optimalisasi konektivitas berbasis rel akan menjadi kunci dalam menjaga kelancaran aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat Jawa Tengah dan DIY.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

7 hours ago
2 days ago
2 days ago
2 days ago

LAINNYA
x
x