x

Mentrans Sebut China Siap Serap Ekspor Durian RI

waktu baca 2 menit
Senin, 13 Apr 2026 16:33 21 Azis Arriadh

TODAYNEWS.ID – Menteri Transmigrasi (Mentrans) Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara menyatakan bahwa Pemerintah China siap menjadi offtaker atau pembeli hasil produksi bagi komoditas durian Indonesia.

Setelah melakukan pertemuan dengan Duta Besar China untuk Indonesia Wang Lutong di Jakarta, Senin, ia menjelaskan bahwa langkah ini dinilai sebagai solusi atas tantangan pemasaran hasil peningkatan produktivitas di kawasan transmigrasi. Dengan adanya kepastian pembeli, hasil produksi tidak lagi terhambat di sisi distribusi.

“Selalu persoalannya transmigrasi itu adalah ketika kita meningkatkan produktivitas lalu offtaker-nya siapa. Oleh karena itu Pemerintah Tiongkok menyediakan diri sebagai offtaker, salah satunya itu adalah konsumen durian,” ujar Iftitah.

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa kerja sama ini akan dimulai dari ekspor durian dalam bentuk beku. Namun demikian, ke depan pemerintah akan mendorong pengembangan ekspor durian segar yang memiliki permintaan lebih tinggi di pasar China.

“Ke depan kami akan upayakan untuk durian yang segar dan itu juga yang diharapkan oleh masyarakat Tiongkok. Mereka ingin mengharapkan durian-durian yang segar,” katanya.

Selain itu, Iftitah menegaskan bahwa potensi produksi durian nasional sangat besar. Salah satu wilayah unggulan berada di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, yang dikenal sebagai salah satu kawasan kebun durian terbesar di Indonesia, bahkan di dunia.

Tidak hanya durian, komoditas kelapa juga menjadi fokus pembahasan dalam kerja sama ini. Hal ini karena kebutuhan pasar China terhadap kelapa sangat tinggi dan belum sepenuhnya terpenuhi.

“Selain itu, tadi beliau juga membahas terkait dengan konsumen kelapa. Kalau tadi durian kebutuhan per tahun sekitar Rp120 triliun, kalau kelapa sekitar Rp110 triliun per tahun kebutuhannya. 4 miliar butir kelapa, sementara Tiongkok itu baru bisa memenuhi kebutuhan 1 miliar butir. Jadi masih ada gap sekitar 3 miliar butir kelapa,” jelasnya.

Di sisi lain, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk mengisi kekurangan pasokan tersebut. Terutama karena dukungan lahan luas dan tenaga kerja yang tersedia di kawasan transmigrasi.

“Indonesia dalam hal ini juga kementerian transmigrasi punya potensi besar karena kami punya lahan dan tenaga kerja yang bisa ikut membantu,” ujarnya.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

3 hours ago
4 hours ago
1 day ago
3 days ago
3 days ago
3 days ago

LAINNYA
x
x