Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman usai menghadiri rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/4/2026). Foto: TODAYNEWS/Dhanis TODAYNEWS.ID – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, memastikan pasokan kebutuhan pangan nasional mencukupi meski dunia saat ini dilanda kekacauan imbas perang yang masih berlangsung di kawasan Timur Tengah.
Hal itu disampaikan Mentan dalam rapat kerja Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Komisi IV DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Bahkan Amran melaporkan bahwa saat ini ketersediaan stok beras nasional di Indonesia masih mencukupi untuk waktu 10 sampai 11 bulan ke depan.
“Kondisi stok beras nasional di Indonesia dipastikan aman untuk 10-11 bulan ke depan, di sisi lain El Nino diperkirakan 6 bulan,” kata Amran di ruang rapat Komisi IV DPR.
“Jadi insya Allah pangan kita aman meski konflik di Timur Tengah mulai mengganggu rantai pasok global, pasokan bahan pangan utamanya seperti bawang merah, bawang putih, cabai, telur ayam, dan gula pasir cukup,” tambah Amran.
Lebih lanjut, kata Amran, sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto, bahwa pihaknya saat ini sudah mulai melakukan langkah-langkah antisipasi terkait kenaikan harga pangan imbas lonjakan harga minyak dunia yang berpotensi membuat BBM dalam negeri ikut naik.
“Dalam rangka antisipasi kenaikan harga pangan sebagai implikasi dari kenaikan harga BBM akibat krisis energi global yang saat ini sedang terjadi, Bapak Presiden Prabowo telah menginstruksikan untuk optimalisasi penggunaan bahan bakar nabati dari sawit, tebu, ubi kayu, dan jagung,” ujarnya.
“Selanjutnya Kementerian Pertanian telah menyusun rencana implementasi B50 tahun ini, insya Allah tahun ini Indonesia tidak akan impor solar sebanyak 5,3 juta ton,” kata Mentan Amran menambahkan.