x

Mentan Dukung Inovasi Pakan Ayam Probiotik, Siap Bawa ke Presiden

waktu baca 3 menit
Sabtu, 11 Apr 2026 12:17 22 Azis Arriadh

TODAYNEWS.ID – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan dukungan penuh terhadap inovasi pakan ayam probiotik hasil riset Institut Pertanian Bogor (IPB), bahkan siap membawanya untuk dipresentasikan kepada Presiden Prabowo Subianto apabila target yang ditetapkan dapat tercapai.

“Kalau bisa capai target, saya siap bawa ke Presiden, kita beli. Jangan ragu. Ini peluang besar,” kata Mentan saat menanggapi hasil penelitian dari peneliti IPB University, Ivan Taufik Nugraha, yang mengembangkan pakan ayam berbasis probiotik dan antikoksi sebagai bagian dari upaya hilirisasi sektor peternakan.

Sebagaimana disampaikan di Jakarta, Sabtu, Amran menekankan bahwa setiap riset harus mampu menghadirkan solusi nyata serta memberikan dampak ekonomi yang jelas bagi masyarakat.

Dalam kunjungannya ke Science Techno Park IPB di Bogor, Mentan juga menyoroti besarnya potensi pengembangan ayam unggul berbasis riset, termasuk peluang mempercepat pertumbuhan ayam kampung.

“Kalau ayam kampung bisa dipercepat, misalnya 30–40 hari sudah satu kilogram, itu luar biasa. Ini yang harus kita kejar,” ujarnya.

Lebih lanjut, Mentan menyatakan pemerintah siap mendukung hilirisasi inovasi tersebut, termasuk menyerap hasil riset dalam skala besar apabila terbukti efektif di lapangan.

Menurutnya, langkah ini penting agar para peneliti memiliki kepastian bahwa inovasi yang dihasilkan tidak berhenti di laboratorium, melainkan benar-benar hadir sebagai solusi konkret bagi peternak serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, peneliti IPB University Ivan Taufik Nugraha menjelaskan bahwa pakan tersebut dirancang tidak hanya untuk meningkatkan efisiensi, tetapi juga mampu memperbaiki kesehatan ayam, mempercepat pertumbuhan, hingga meningkatkan produksi telur.

Selain itu, inovasi pakan yang dikembangkan juga dinilai lebih efisien dari sisi konsumsi, sekaligus memberikan dampak signifikan terhadap kesehatan dan produktivitas ayam.

“Pakannya enggak terlalu banyak, satu bisa meningkatkan kesehatan pencernaannya. Lalu yang kedua bisa meningkatkan bobot badan dengan cepat, dan bisa menambah massa dari telur ayam. Biasanya bobot telur bisa nambah 20 sampai 30 persen,” ujarnya.

Menurut Ivan, salah satu tantangan utama dalam budidaya ayam adalah serangan penyakit koksidiosis yang sering menyebabkan diare parah hingga kematian massal dalam satu kandang. Oleh karena itu, riset ini difokuskan pada formulasi pakan berbasis antikoksi.

“Kalau per hari ini kita mengarahnya ke antikoksi, jadi untuk mencegah ayam sakit. Koksidiosis itu menyebabkan diare parah dan bisa menyebabkan kematian cukup tinggi, serta menyebar dalam satu kandang. Dengan adanya antikoksi ini, kesehatan ayam bisa meningkat,” jelas Ivan.

Lebih jauh, inovasi ini juga menyasar peningkatan performa ayam kampung yang selama ini dikenal memiliki pertumbuhan lebih lambat dibandingkan ayam ras. Dengan pendekatan nutrisi yang tepat, Ivan optimistis pertumbuhan ayam kampung dapat ditingkatkan secara signifikan.

“Harapannya ayam kampung bisa meningkatkan bobot badannya lebih cepat. Jadi seperti yang Pak Menteri bilang, dalam 40 harian bisa mencapai satu kilogram,” tambahnya.

Ivan juga menekankan pentingnya optimalisasi sistem pencernaan ayam sebagai kunci utama dalam meningkatkan produktivitas. Selama ini, menurutnya, masih banyak nutrisi yang tidak terserap secara maksimal, yang salah satunya ditandai dengan bau menyengat pada kandang.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

19 hours ago
23 hours ago
1 day ago
2 days ago
2 days ago
2 days ago

LAINNYA
x
x