Menteri Sekretaris Kabinet (Mensesneg) Prasetyo Hadi. Foto: Instagram @prasetyo_hadi28 TODAYNEWS.ID – Presiden Prabowo Subianto memberikan sejumlah arahan strategis untuk penguatan pendidikan tinggi nasional dalam Taklimat Presiden Republik Indonesia dengan Rektor serta Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri Tahun 2026, yang digelar di Istana Kepresidenan Jakarta, pada Kamis (15/1/2026).
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, menyampaikan bahwa salah satu arahan yang ditekankan Prabowo adalah terkait perluasan akses penerima beasiswa.
Kata Prasetyo, Prabowo kerap mendapatkan laporan terkait jumlah mahasiswa yang tengah menempuh pendidikan tinggi di Indonesia yang saat ini mencapai sekitar 9,9 juta orang. Namun, dari jumlah tersebut, penerima beasiswa masih relatif terbatas yakni 1,1 juta penerima.
Karena itu, Presiden Prabowo memberikan arahan kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) bersama Kementerian Sekretariat Negara (Kemensesmeg) untuk melakukan penghitungan dan perumusan ulang kebijakan agar jumlah penerima beasiswa dapat diperluas secara signifikan.
“Bapak Presiden memberikan arahan kepada kami, terutama Mendiktisaintek dan kami sebagai Mensesneg untuk mencoba menghitung ulang, mengformulakan ulang bagaimana memperbesar sebanyak-banyaknya penerima beasiswa,” kata Prasetyo dalam keterangannya.
Selain beasiswa, Prabowo juga secara khusus menekankan pentingnya penguatan pendidikan di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM).
Prabowo mengarahkan agar alokasi beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) lebih difokuskan pada bidang tersebut sebagai langkah percepatan untuk mengejar ketertinggalan Indonesia dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Beliau sempat menyampaikan berharap mencapai di atas 80 persen, karena kita memang konsentrasi untuk mengejar ketertinggalan kita terlebih dahulu dalam hal penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi,” ungkap Mensesneg.