TODAYNEWS.ID – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan pemerintah menargetkan cakupan imunisasi campak dapat mencapai 95 persen dalam waktu satu hingga dua minggu sebelum Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026.
“Nah hari ini sudah jalan satu minggu. Saya ngeliat hasilnya penetrasinya bagus. Angka pastinya saya belum dapat. Tapi memang kita ngejar ini kalau bisa sebelum Lebaran,” kata Menkes Budi Gunadi Sadikin di Jakarta, Kamis.
Menurut Menkes, program imunisasi tersebut saat ini telah dijalankan di 50 kabupaten dan kota di berbagai wilayah Indonesia. Target percepatan sebelum Lebaran dilakukan karena pada masa mudik mobilitas masyarakat meningkat secara signifikan sehingga berpotensi mempercepat penyebaran penyakit.
“Nah kalau anak-anak ini terkena campak atau ada orang tua yang terkena campak kemudian bergerak, itu bisa menularkan yang lain,” ucap Menkes.
Menkes menjelaskan bahwa penyakit campak memiliki tingkat penularan yang sangat tinggi. Bahkan satu orang yang terinfeksi campak berpotensi menularkan penyakit tersebut kepada 12 hingga 18 orang lainnya.
“Itu kalau kita mau menahan penularan kayak COVID dulu, ini harus 95 persen memiliki kekebalan karena imunisasi,” ujar Menkes.
Oleh karena itu, pemerintah menilai pencapaian cakupan imunisasi yang tinggi menjadi kunci utama untuk menciptakan kekebalan kelompok (herd immunity) sehingga penyebaran penyakit dapat ditekan secara signifikan.
Percepatan imunisasi ini dilakukan melalui berbagai fasilitas layanan kesehatan, terutama puskesmas dan posyandu yang tersebar di daerah.
Menkes Budi juga menyebutkan bahwa Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian turut memberikan dukungan terhadap langkah percepatan imunisasi campak tersebut agar pelaksanaannya dapat berjalan optimal di daerah.
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan juga menyatakan kesiapan membuka layanan pemberian vaksin MR (Measles Rubella) di sejumlah posko mudik Lebaran. Langkah ini dilakukan sebagai antisipasi terhadap potensi peningkatan kasus campak saat libur Lebaran.
Pelaksana tugas (Plt) Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes Andi Saguni mengatakan layanan vaksinasi tersebut ditujukan bagi pemudik yang membawa anak-anak dan belum mendapatkan imunisasi campak.