x

Menhub Tegaskan Penerbangan Internasional Tidak Ditutup

waktu baca 3 menit
Rabu, 18 Mar 2026 21:01 73 Azis Arriadh

TODAYNEWS.ID – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menegaskan penerbangan internasional tidak ditutup meski terdapat dinamika di kawasan Timur Tengah guna menjaga konektivitas dan kelancaran mobilitas penumpang global.

“Ini mungkin di luar dari Operasi Ketupat atau pengaturan lalu lintas. Tadi ada berita berkaitan dengan penutupan, pemerintah diinformasikan bahwa akan melakukan penutupan penerbangan internasional. Dapat kami sampaikan bahwa berita tersebut tidak benar,” kata Menhub dalam pernyataan diterima di Jakarta, Rabu.

Lebih lanjut, ia kembali menegaskan hal tersebut saat melakukan kunjungan kerja untuk meninjau situasi angkutan Lebaran 1447 Hijriah/2026 Masehi di Pelabuhan Merak dan Ciwandan, Banten, Selasa (17/3) malam, bersama Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Irjen Pol. Agus Suryonugroho.

“Media yang bersangkutan (juga) telah melakukan klarifikasi dan mencabut berita tersebut,” ucap Menhub.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Republik Indonesia juga memastikan operasional penerbangan internasional tetap berjalan di tengah dinamika situasi di kawasan Timur Tengah.

“Menanggapi pemberitaan yang beredar di masyarakat terkait dihentikannya seluruh penerbangan internasional karena terdampak dinamika situasi di kawasan Timur Tengah, Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menyampaikan bahwa berita tersebut tidak benar,” kata Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa dalam keterangan di Jakarta, Selasa (17/3) malam.

Selain itu, pihaknya terus melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan operasional penerbangan internasional yang terdampak situasi tersebut, sekaligus memastikan penanganan penumpang tetap berjalan aman, baik, dan terkoordinasi.

Lukman menyebutkan hingga tanggal 17 Maret 2026 pukul 10.30 WIB, terdapat dua pesawat yang masih berstatus stranded atau tertahan di Indonesia, masing-masing satu unit di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta dan satu unit di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, yang keduanya dioperasikan oleh Qatar Airways.

Seiring dengan mulai dibukanya kembali wilayah udara Uni Emirat Arab, sejumlah maskapai pun mulai kembali mengoperasikan penerbangan secara terbatas. Emirates diketahui telah menjalankan penerbangan terbatas dari dan menuju Jakarta serta Denpasar.

Namun demikian, operasional sempat mengalami gangguan akibat masalah pada fasilitas fuel farm di Bandar Udara Dubai pada 16 Maret 2026, yang berdampak pada keterlambatan serta penyesuaian jadwal penerbangan.

“Penanganan penumpang terdampak terus dilakukan, termasuk melalui pengangkutan penumpang stranded secara bertahap,” jelas Lukman.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa maskapai Etihad Airways juga telah mengoperasikan penerbangan terbatas dan berencana meningkatkan frekuensi penerbangan sebagai langkah kontinjensi, khususnya untuk rute Jakarta dan Denpasar menuju Abu Dhabi.

Sementara itu, Qatar Airways telah menjalankan penerbangan repatriasi sejak 8 Maret 2026 dan secara bertahap membuka kembali layanan penerbangan terbatas dari Jakarta.

Adapun penanganan penumpang terdampak, termasuk jemaah umrah, dilakukan melalui berbagai mekanisme seperti pengembalian dana, penjadwalan ulang, hingga pengalihan ke maskapai lain. Ia juga memastikan bahwa per tanggal 16 Maret 2026 sudah tidak ada lagi penumpang stranded di Jeddah yang ditangani oleh Qatar Airways.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

19 hours ago
21 hours ago
1 day ago
3 days ago
3 days ago
3 days ago

LAINNYA
x
x