x

Menhub Pastikan Beri Pendampingan-Layanan Informasi Terkait Pencarian Pesawat ATR

waktu baca 3 menit
Senin, 19 Jan 2026 07:59 23 Akbar Budi

TODAYNEWS.ID – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi memastikan pemerintah akan memberikan pendampingan dan layanan yang terbaik untuk kebutuhan pencarian pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport yang menabrak lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

“Kami pastikan memberikan pendampingan, dukunganMenhub Pastikan Beri Pendampingan-Layanan Informasi Terkait Pesawat ATR informasi, dan layanan yang dibutuhkan,” kata Menhub Dudy di Makassar, dikutip Senin (19/1/2026).

Menhub memastikan pencarian ataupun evakuasi akan dilakukan secara intensif. Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga awak dan penumpang atas insiden tersebut. “Kami menyampaikan empati dan keprihatinan mendalam kepada keluarga awak dan penumpang pesawat ATR 42Menhub Pastikan Beri Pendampingan-Layanan Informasi Terkait Pesawat ATR-500,” ujar Menhub.

Menhub Dudy mengatakan pemerintah telah meminta Badan Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) didukung TNI, Polri, AirNav Indoensia, BMKG, pemerintah untuk bergerak sejak diterimanya laporan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport alami hilang kontak.

Menhub mengatakan penemuan serpihan pesawat merupakan progres penting dan proses pencarian. “Dan, seluruh temuan saat ini sedang diverifikasi secara menyeluruh oleh otoritas berwenang,” pungkas Menhub.

Tim SAR Temukan Titik Koordinat Jatuhnya Pesawat

Tim SAR gabungan berhasil menemukan titik koordinat jatuhnya pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Serpihan pesawat ditemukan di area pegunungan dengan ketinggian sekitar 1.300 meter di atas permukaan laut.

Berdasarkan dokumentasi yang beredar, puing pesawat ditemukan di beberapa titik koordinat. Salah satunya berada pada koordinat 4°55’44,503″ LS – 119°44’50,127″ BT dengan ketinggian 1.393 MDPL. Serpihan lain ditemukan tidak jauh dari lokasi pertama. Titik tersebut berada pada koordinat 4°55’44,37″ LS – 119°44’50,008″ BT dengan ketinggian 1.389 MDPL.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, menjelaskan serpihan pertama ditemukan pada pukul 07.46 Wita. Temuan awal tersebut berupa bagian jendela pesawat dengan ukuran kecil. Tiga menit kemudian, tim SAR kembali menemukan bagian badan pesawat dengan ukuran lebih besar. Penemuan itu terjadi pada pukul 07.49 Wita di sekitar lereng lokasi kejadian.

“Pada pukul 07.52 WITA, tim kembali memperoleh informasi bahwa bagian pundak pesawat telah terbuka serta ditemukan bagian ekor pesawat,” ujar Arif dalam keterangannya, Minggu (18/1/2026). Ia menyebut bagian ekor pesawat berada di sisi selatan lereng bawah lokasi kejadian.

Pesawat Alami Controller Flight Into Terrain (CFIT)

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyatakan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport yang hilang kontak menabrak lereng Gunung Bulusaraung. KNKT mengatakan pesawat itu mengalami Controller Flight Into Terrain (CFIT).

“Jadi memang pesawat nabrak bukit atau lereng (gunung), sehingga terjadi beberapa pecahan, serpihan, akibat benturan dengan lereng tadi,” kata Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono saat konferensi pers di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Minggu (18/1/2026).

Soerjanto mengatakan pesawat tersebut masih dalam kendali pilot. Dia memastikan tidak ada upaya kesengajaan untuk ditabrakan ke lereng Gunung Bulusaraung. “Pesawatnya bisa dikontrol oleh pilotnya, tapi menabrak bukan sengaja. Tidak ada masalah untuk kendali dari pesawatnya,” ujar Soerjanto.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

13 hours ago
18 hours ago
22 hours ago
1 day ago

LAINNYA
x
x