x

Menakar Keseriusan Jokowi Jadikan PSI Partai Besar

waktu baca 2 menit
Senin, 2 Feb 2026 13:23 33 Akbar Budi

TODAYNEWS.ID – Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi secara tegas menyampaikan akan berjuang sekuat tenaga untuk Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Pengamat politik Yusak Farchan menyebut dukungan yang diberikan Jokowi tidak serta-merta membuat PSI menjadi partai besar.

“Keseriusan Jokowi untuk turun gunung tidak akan membuat PSI menjadi partai besar,” kata Yusak kepada TODAYNEWS, Senin (2/2/2026).

Yusak menyinggung pidato Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep yang ingin menjadikan Jawa Tengah dan Sulawesi menjadi kandang PSI. Menurutnya, hal itu bisa terjadi asalkan ditopang dengan kerja-kerja organisatoris yang ekstra.

Yusak menilai, menggusur PDIP di Jawa Tengah bukan hal yang mudah, pasalnya partai berlambang banteng moncong putih itu memiliki ikatan ideologis yang dalam dengan masyarakat Jawa Tengah. Meskipun jagoan PDIP di pemilihan presiden dan pemilihan kepala daerah kalah di Jawa Tengah, tetapi PDIPmasih berjaya di Pemilu Legislatif 2024.

“Untuk menggusur kandang banteng menjadi kandang gajah, PSI harus melompat setidaknya tujuh kali lipat. Saya kira ini pekerjaan yang tidak mudah,” jelas Yusak.

Sementara itu, kata dia, untuk wilayah Sulawesi selama ini menjadi arena pertarungan bagi partai-partai nasionalis seperti Partai Golkar, Partai Gerindra, Partai NasDem, dan PDIP.

Yusak menilai, meskipun PSI membajak politisi-politisi kuat Nasdem di Sulawesi, tapi menggusur kekuatan politik lama tidak mudah. Lolos tidaknya PSI ke Senayan itu, lanjut Yusak, bergantung pada banyak variabel seperti besaran parliamentary threshold, insfrastruktur partai, logistik. “Termasuk bagaimana relasi politik Jokowi dengan Prabowo,” kata Yusak.

Sejak Jokowi secara terbuka mengendorse PSI, belum ada tanda-tanda lompatan PSI sebagai partai besar. Selain itu, Yusak berpandangan, Jokowi membesar PSI dengan cara menggaet politisi yang sudah mapan seperti Ahmad Ali, Rusdi Masse, dan Bestari Barus.

Yusak menambahkan, pola tersebut memang cukup efektif, tapi pengaruhnya terbatas pada daerah pemilihan (Dapil) politisi yang digaet oleh PSI.

“Kalau ingin optimal, PSI harus melakukan hal serupa di seluruh dapil. Lolos tidaknya PSI ke Parlemen akan menjadi pertaruhan Jokowi,” pungkas Yusak.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

11 hours ago
2 days ago
3 days ago
3 days ago

LAINNYA
x
x