x

Marak Kapal Tua di Indonesia Bagian Timur, Komisi V Minta Kemenhub Datangkan Kapal Baru

waktu baca 3 menit
Rabu, 18 Feb 2026 15:41 21 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Anggota Komisi V DPR RI, Ahmad Syafei, menyoroti maraknya kapal-kapal berusia lanjut tua yang ada di rute penyebrangan Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra)-Pelabuhan Bajoe, Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Hal itu disampaikan Safei dalam rapat kerja Komisi V DPR RI dengan Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi di Kompleks Parlemen, Senayay, Jakarta, Rabu (18/2/2026).

Safei mengungkapkan bahwa usai kapal di rute penyebrangan tersebut rata-rata sudah mencapai 30-50 tahun. Karena itu, ia meminta Menhub untuk memerhatikan masalah ini.

“Yang perlu kita selesaikan Pak Menteri, penyebrangan ini cukup jauh menghubungkan antara Sulsel dan Sultra. Kapal di sini Pak usianya rata-rata 30-50 tahun,” kata Safei di ruang rapat Komisi V DPR.

Padahal kata Safei, jarak perjalanan yang ditempuh oleh kapal-kapal tersebut memakan waktu 8-9 jam. Sehingga sangat rawan terjadinya kecelakaan laut dengan usia kapal yang sudah sangat rentan.

“Kita bisa membayangkan 3 kapal yang karam sebelumnya itu bukan karena cuaca, tapi karena kapal yang sudah tidak mampu menempuh jarak antara Kolaka-Bajoe itu yang rata-rata 8-9 jam perjalanannya ini saya kira perlu perhatian Pak Menteri,” ucapnya.

Legislator Dapil Sultra ini juga mengungkapkan bahwa pada rute penyebrangan Kolaka-Bajoe telah menyebabkan 3 kapal Feri tenggelam yang disebabkan bukan karena faktor cuaca, melainkan faktor kapal yang sudah berusia.

“Peristiwa-peristiwa yang lalu saya kira kita sudah kita pahami, di wilayah ini Pak sudah 3 Feri yang tenggelam di daerah ini, di penyebrangan ini,” ungkapnya.

Untuk itu, politikus PDI Perjuangan itu berharap adanya pembaharuan terhadap kapal-kapal feri tersebut, mengingat tingginya aktivitas masyarakat di kedua wilayah itu yang menggunakan transportasi laut.

“Nah iya, saya berharap ya ada kapal baru lah paling tidak ya kita juga pahami bahwa dari sisi pengusaha untuk mendatangkan ke kapal baru saya kira menuju agak berat, tetapi minimal, jangan kapal yang dipakai di Jepang atau di Cina sudah 30 tahun Atau 25 tahun dari sana Kemudian datang ke Indonesia,” katanya saat ditemui di sela-sela rapat tersebut.

Apalagi kata Safei, selama ini kapal-kapal penyebrangan yang berada di kawasan Indonesia Timur selalu mendapatkan kapal-kapal bekas yang telah dipakai di pelabuhan yang ada di Indonesia bagian barat.

“Merak-Bakauehuni dulu dipakai kira-kira 10 tahun, baru sudah 40 tahun itu dipakai lagi ke Surabaya. Di Surabaya ke Lombok, ke Bali, ke sana-sana Mungkin 5-10 tahun juga terus dikirim ke bagian timur. Jadi kami itu yang di Timur selalu mendapat bagian yang seperti itu yang sisa-sisa dari barat,” ungkapnya.

Padahal kata Safei, dari sisi bisnis tranportasi laut di bagian Indonesia Timur, khususnya pada rute Kolaka-Bajoe terbilang cukup menjajikan keuntungan, dengan 7 penyeberangan kapal selama sehari.

“Ini kalau ada yang kapal baru itu pasti di Barat ditempatkan, padahal dari sisi lain dari sisi bisnis di sana sangat ramai loh, 7 feri di daerah itu. Menurut saya dari sisi bisnis pasti menguntungkan, tapi itulah yang terjadi,” pungkasnya.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

10 hours ago
10 hours ago
1 day ago
2 days ago

LAINNYA
x
x