x

Longsor di Bandung Barat, Komisi V Ingatkan Bencana Hidrometeorologi Masih Mengintai

waktu baca 3 menit
Sabtu, 24 Jan 2026 19:30 31 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syaiful Huda, mengingatkan bencana hidrometeorologi yang terjadi mulai dari Sumatera bagian utara hingga kini di Bandung Barat pada Sabtu (24/1) dini hari, harus menjadi alarm keras bagi semua pihak.

“Musibah beruntun ini menjadi keprihatinan kita bersama. Situasi ini mengharuskan semua level pemerintahan, hingga ke level desa, untuk selalu waspada,” ujar Huda, Sabtu (24/1/2026).

Sebagai informasi, peristiwa longsor yang terjadi sekitar pukul 02.30 WIB dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi di Kecamatan Cisarua, tepatnya di Desa Pasir Langu, Kampung Babakan Cibudah, Bandung Barat, hingga menimbun permukiman warga dan menyebabkan korban jiwa.

Menurutnya, kesiapsiagaan harus ditingkatkan mulai dari tingkat pemerintah pusat hingga satuan terkecil di tingkat desa.

“Koordinasi antarlini harus diperketat agar peringatan dini dari BMKG bisa tersampaikan dengan cepat ke masyarakat,” tegas Huda.

Lebih lanjut, Politikus PKB ini juga menghimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terkait potensi bencana hidrometeorologis seperti banjir, longsor, dan angin kencang yang diprediksi masih akan terjadi dalam beberapa waktu ke depan.

“Cuaca ekstrem masih mengintai. Kami menghimbau masyarakat, terutama yang tinggal di lereng perbukitan dan bantaran sungai, untuk lebih peka terhadap tanda-tanda alam. Jika hujan turun dengan intensitas tinggi dan durasi lama, segera lakukan langkah preventif guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya.

Huda juga mendesak Basarnas, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan aparat gabungan untuk bergerak cepat menyelematkan 82 warga yang diduga masih tertimbun material longsor.

“Kami meminta Basarnas, BNPB, dan seluruh aparat gabungan segera melakukan pencarian dan upaya penyelamatan maksimal. Fokus utama adalah menyelamatkan nyawa. Kita semua berharap masih ada korban yang bisa dievakuasi dalam keadaan selamat dari reruntuhan,” ujarnya.

Meski begitu, Huda mengingatkan kepada para petugas di lapangan untuk tetap mengutamakan keselamatan dan mempertimbangkan kondisi teknis di lokasi. Mengingat curah hujan yang masih tinggi, kerawanan tanah susulan menjadi ancaman nyata bagi tim penyelamat.

“Petugas harus sangat hati-hati dan mempertimbangkan kondisi lokasi bencana. Mitigasi risiko saat proses evakuasi sangat penting agar tidak ada korban tambahan akibat tanah yang masih labil,” imbuhnya.

Sementara itu, BNPB melaporkan data sementara hingga Sabtu siang, sebanyak delapan orang meninggal dunia dan 82 orang masih dalam proses pencarian.

Selain korban meninggal dunia, 23 jiwa dilaporkan selamat. Bencana ini berdampak terhadap sekitar 34 kepala keluarga atau 113 jiwa, sementara jumlah rumah terdampak masih dalam pendataan petugas di lapangan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat telah melakukan kaji cepat dan asesmen awal di lokasi kejadian serta melaksanakan upaya penanganan darurat dan pencarian korban.

Kabupaten Bandung Barat saat ini berada dalam Status Siaga Darurat Bencana Banjir, Banjir Bandang, Cuaca Ekstrem dan Tanah Longsor berdasarkan Keputusan Bupati Bandung Barat Nomor 100.3.3.2/Kep.359-BPBD/2025 yang berlaku sejak 1 Oktober 2025 hingga 30 April 2026.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi melalui Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 360/Kep.626-BPBD/2025 yang berlaku mulai 15 September 2025 hingga 30 April 2026.

Hingga saat ini, BPBD Kabupaten Bandung Barat bersama lintas instansi gabungan masih melakukan pendataan lanjutan dan pemantauan di lokasi terdampak, termasuk proses pencarian korban serta penilaian kebutuhan darurat.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

4 hours ago
10 hours ago
14 hours ago
14 hours ago

LAINNYA
x
x