x

Legislator Dorong Pemerintah Buat Terobosan di Sektor Pertanian untuk Atasi Masalah Pengangguran

waktu baca 2 menit
Senin, 26 Jan 2026 17:11 20 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Anggota Komisi IV DPR RI Jaelani, mendesak pemerintah untuk segera merespons peringatan dini (early warning) dari laporan Global Risks Report 2026 yang dirilis World Economic Forum (WEF) terkait tingginya potensi pengangguran di Indonesia.

Karena itu, Jaelani mengusulkan pemerintah memberikan paket insentif khusus untuk menarik minat generasi muda (Gen Z) terjun ke sektor pertanian.

“Pemerintah harus serius memperhatikan peringatan WEF ini. Tingginya angka pengangguran dalam skala tertentu akan memicu ketidakstabilan sosial-politik. Salah satu solusi konkret yang harus digarap secara besar-besaran adalah sektor pertanian,” ujar Jaelani di Jakarta, Senin (26/1/2026).

Jaelani menilai, sektor pertanian memiliki potensi luar biasa untuk penyerap tenaga kerja massal. Namun sayangnya, daya tarik pertanian bagi generasi muda, khususnya Gen Z, masih sangat rendah.

Ia mengungkapkan banyak masyarakat, khusus generasi muda yang berpandangan bahwa sektor pertanian masih dianggap tradisional dan berisiko tinggi, serta tidak memberikan kepastian finansial.

Oleh karena itu, diperlukan intervensi negara untuk mengubah wajah pertanian menjadi sektor yang modern dan menjanjikan.

“Kita tidak bisa hanya menyuruh anak muda bertani tanpa memberikan jaminan skala ekonomi. Pemerintah harus menyiapkan insentif nyata, mulai dari akses permodalan tanpa bunga, hibah lahan produktif, hingga kemudahan akses teknologi mekanisasi,” ujarnya.

Legislator Fraksi PKB ini menekankan bahwa kunci utama menarik Gen Z adalah digitalisasi pertanian (smart farming).

Menurutnya, penggunaan drone untuk pemupukan, sistem irigasi otomatis berbasis IoT, hingga marketplace yang memotong rantai distribusi akan membuat pertanian menjadi ekosistem bisnis yang menarik bagi kaum terpelajar.

“Gen Z adalah generasi yang melek teknologi. Jika pertanian dikelola dengan sistem high-tech dan terhubung langsung ke pasar, saya yakin mereka akan berbondong-bondong kembali ke desa. Ini juga akan menjadi solusi atas masalah keterbatasan lahan melalui optimalisasi teknologi di lahan sempit,” tambahnya.

Selain insentif teknis, Jaelani juga mendorong adanya jaminan perlindungan harga (price floor) untuk produk-produk pertanian yang dihasilkan petani muda.

Hal ini penting agar mereka memiliki kepastian pendapatan dan tidak dirugikan oleh fluktuasi harga pasar atau spekulasi tengkulak.

Jaelani berharap program “Petani Milenial” tidak hanya sekadar seremonial, tetapi menjadi gerakan nasional yang didukung oleh anggaran kuat dari kementerian terkait.

Langkah ini diharapkan mampu menjadikan sektor pertanian sebagai penopang ekonomi bangsa di tengah ancaman pengangguran global yang diperingatkan WEF.

“Inilah saatnya kita menjadikan krisis pengangguran sebagai momentum transformasi pertanian. Kita harus mencetak pengusaha tani muda, bukan hanya pekerja tani. Dengan begitu, stabilitas ekonomi dan kedaulatan pangan kita akan terjaga secara bersamaan,” pungkasnya.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

8 hours ago
8 hours ago
2 days ago
2 days ago

LAINNYA
x
x