x

Legislator Ajak Semua Pihak Taubat Ekologis atas Bencana di Sumatera

waktu baca 3 menit
Sabtu, 29 Nov 2025 22:20 3 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Anggota Komisi XII DPR RI Meitri Citra Wardani, menyoroti bencana banjir bandang dan longsor yang melanda berbagai wilayah di Sumatera dalam beberapa hari terakhir yang menelan korban jiwa dan menyebabkan kerusakan luas pada organisme, fasilitas publik, dan infrastruktur.

Anggota Komisi Lingkungan Hidup DPR RI ini menegaskan, tragedi ini menjadi pengingat keras bahwa Indonesia tengah berada dalam situasi krisis ekologis yang menuntut perubahan cara pandang dan tata kelola lingkungan secara menyeluruh.

“Bencana ini harus menjadi momentum bagi seluruh pemangku kepentingan, yakni pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, serta masyarakat untuk melakukan taubat ekologis sebagai wujud komitmen moral sekaligus langkah awal untuk menghentikan kerusakan lingkungan yang terus berulang dan semakin memperparah dampak bencana hidrometeorologi,” tegas Meitri, pada Sabtu (29/11/2025).

Politisi PKS ini mengatakan, bahwa banjir bandang bukan semata-mata bencana alam, melainkan alarm keras atas berbagai kerusakan lingkungan, deforestasi, perubahan fungsi lahan, dan tata ruang yang tidak berpihak pada keselamatan rakyat telah mencapai titik klimaks.

“Taubat ekologis perlu segera kita lakukan, yakni dengan mengubah cara berpikir, cara hidup, dan cara kita mengelola alam,” tegas Meitri.

Menurutnya, curah hujan ekstrem bukan satu-satunya penyebab bencana ini terjadi, tetapi adanya faktor pendukung akibat pembabatan hutan, alih-alih fungsi lahan yang tidak terkendali dan lain sebagainya.

“Hujan tidak bisa kita kendalikan, tetapi kerusakan hutan dan sungai adalah akibat dari tangan kita sendiri. Taubat ekologis berarti jujur ​​mengakui kesalahan kolektif dan memperbaikinya dengan tindakan nyata,” tuturnya.

Sebab itu, Meitri mendorong pemerintah untuk segera melakukan evaluasi izin pemanfaatan ruang di wilayah rawan bencana, melaksanakan audit lingkungan secara menyeluruh terhadap kegiatan industri, pertambangan, dan perkebunan.

“Serta memperkuat penegakan hukum yang tegas dan konsisten terhadap pelaku perusakan lingkungan,” sambungnya.

Lebih jauh, politisi muda PKS ini juga menekankan pentingnya pemulihan kawasan Daerah Aliran Sungai melalui reforestasi dan rehabilitasi lahan, disertai penguatan sistem peringatan dini dan peningkatan kesiapsiagaan masyarakat.

Maka dari itu, Meitri mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan taubat ekologis sebagai gerakan moral bersama.

Baginya, perubahan perilaku sehari-hari seperti menjaga kebersihan sungai, mengurangi sampah, dan menghentikan kebiasaan merusak alam adalah bagian dari tanggung jawab kolektif.

“Kita harus kembali pada prinsip keseimbangan. Setiap sampah yang dibuang sembarangan, setiap hutan yang ditebang tanpa reboisasi, dan setiap sungai yang dicemari adalah kelahiran waktu. Taubat ekologis mengajak kita memperbaiki perilaku sehari-hari, mencintai alam sebagai amanah, bukan komoditas semata,” terangnya.

Meitri menambahkan, bencana yang terjadi di beberapa wilayah di Sumatera harus menjadi titik balik untuk mengubah arah pembangunan ekonomi yang lebih memihak pada kelestarian alam yang berkelanjutan.

“Alam sudah sering mengingatkan kita, maka sepatutnya kita harus berubah. Perubahan itu bisa dimulai dengan pertaubatan kita dan mengawal secara serius pembangunan ekonomi yang selaras dan selaras dengan pelestarian lingkungan alam,” tutupnya.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

3 hours ago
9 hours ago
13 hours ago
13 hours ago

LAINNYA
x
x