Ilustrasi iPhone 17 Pro. (Foto: Apple) TODAYNEWS.ID – Apple pada Kamis (29/1) melaporkan laba Apple untuk kuartal pertama fiskal 2026 yang meningkat signifikan menjadi 42,1 miliar dolar AS (1 dolar AS = Rp17.286), dibandingkan 36,3 miliar dolar AS pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan ini menunjukkan performa perusahaan yang semakin kuat di tengah persaingan industri teknologi global.
Dalam laporan keuangan untuk kuartal yang berakhir pada 27 Desember 2025, perusahaan tersebut mengungkapkan bahwa pendapatan kuartalannya mencapai 143,8 miliar dolar AS. Angka ini tumbuh 16 persen secara tahunan (year on year/yoy). Selain itu, laba per saham terdilusi secara kuartalan tercatat sebesar 2,84 dolar, naik dari sebelumnya 2,40 dolar, memperkuat tren positif laba Apple.
Penjualan iPhone menjadi penopang utama dengan capaian 85,27 miliar dolar AS, meningkat dari 69,14 miliar dolar AS setahun lalu. Lonjakan ini menegaskan posisi iPhone sebagai produk paling dominan dalam struktur pendapatan Apple.
Di sisi lain, penjualan Mac mengalami penurunan menjadi 8,39 miliar dolar AS. Selain itu, penjualan produk yang dapat dikenakan (wearable), perangkat rumah tangga pintar, serta aksesori juga turun menjadi 11,49 miliar dolar AS, menunjukkan adanya tekanan di segmen perangkat non-utama.
Pendapatan dari layanan justru memperlihatkan kinerja kuat dengan capaian 30,01 miliar dolar AS. Sementara itu, penjualan iPad meningkat menjadi 8,60 miliar dolar AS, menambah kontribusi positif terhadap keseluruhan laba Apple.
“iPhone mencatatkan kuartal terbaik sepanjang sejarah berkat permintaan yang belum pernah terjadi sebelumnya, dengan rekor penjualan tertinggi di setiap segmen geografis, dan layanan juga mencatatkan rekor pendapatan tertinggi, naik 14 persen dari setahun lalu. Kami juga senang mengumumkan bahwa basis terpasang kami kini memiliki lebih dari 2,5 miliar perangkat aktif,” kata CEO Apple Tim Cook.