Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syaiful Huda. Foto: Istimewa TODAYNEWS.ID – Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syaiful Huda, meminta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan stake holder terkait untuk membatasi penggunaan sepeda motor pada mudik jarak jauh di Lebaran 2026.
Menurutnya langkah ini penting untuk meminimalisir angka kecelakaan dengan fatalitas tinggi yang memicu banyak korban jiwa pada saat arus mudik maupun arus balik.

“Saat ini fokus stake holder terkait terutama Kementerian Perhubungan dan Korlantas Polri harus dialihkan pada strategi menekan angka kecelakaan dengan fatalitas tinggi yang dipicu penggunaan sepeda motor sebagai alat transportasi jarak jauh,” kata Syaiful Huda, Senin (23/2/2026).
Huda mengingatkan bahwa angka kecelakaan lalu lintas masih menjadi rapor merah yang perlu segera dibenahi.
Saat ini, angka kecelakaan masih berada di kisaran 1.000 kejadian dengan ratusan korban jiwa dalam setiap periode mudik. Mayoritas insiden tersebut terjadi di jalur arteri (non-tol) dan didominasi oleh pengguna sepeda motor.

“Mudik lancar saja tidak cukup jika nyawa pemudik masih terancam. Fakta bahwa jalur arteri dan kendaraan roda dua mendominasi angka kecelakaan fatal menunjukkan adanya urgensi untuk intervensi kebijakan yang lebih berani,” tegas Huda.
Untuk itu, Huda meminta Pemerintah segera menyusun strategi push and pull yang komprehensif terkait penggunaan sepeda motor sebagai transportasi mudik jarak jauh. Menurutnya, Pemerintah tidak boleh sekadar melarang tanpa memberikan alternatif nyata.
“Pemerintah bisa meningkatkan razia penggunaan sepeda motor untuk mudik jarak jauh sekaligus memberikan solusi transportasi publik yang masif, terjangkau, dan aman bagi masyarakat kelas menengah ke bawah,” katanya.
Lebih lanjut, Legislator PKB itu menegaskan meski penggunaan sepeda motor lebih murah, pembatasan terst penting untuk dilakukan guna mengurangi risisko kecelakaan di moment bahagia pada saat lebaran.
“Pembatasan mudik motor ini murni alasan kemanusiaan. Kita ingin menekan angka kecelakaan fatal yang sering kali mengorbankan kelompok rentan seperti ibu dan anak-anak yang terpaksa menempuh perjalanan jauh dengan roda dua,” pungkasnya.