TODAYNEWS.ID – Anggota Komisi V DPR RI dari daerah pemilihan (Dapil) Jambi, Edi Purwanto, menyoroti sejumlah dampak angkutan batubara yang masih terjadi di Provinsi Jambi dan menimbulkan kerusakan jalan, kemacetan parah hingga gesekan konflik di tengah masyarakat.
Karena itu, ia menyatakan dukungannya terhadap pembangunan jalan khusus angkutan batubara di Provinsi Jambi untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.
“Mengingat angkutan batu bara melalui jalan umum telah menimbulkan berbagai masalah seperti kerusakan jalan, kemacetan, dan bahkan konflik masyarakat” kata Edi saat ditemui wartawan, baru-baru ini.
Legislator Fraksi PDI Perjuangan itu mengungkapkan bahwa Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI menyatakan enggan mengeluarkan anggaran perbaikan jalan nasional selama jalan umum masih dilalui kendaraan angkutan batubara yang tidak sesuai dengan ketentuan.
“Pak menteri bilang selama jalan umum masih dilewati kendaraan batubara, maka gak akan mengucurkan dana untuk perbaikan jalan, jelas jalan umum tidak bisa dilalui angkutan batubara.” jelasnya.
Untuk itu, Mantan Ketua DPRD Provinsi Jambi ini mendesak agar pembangunan jalan khusus batubara segera dirampungkan sebagai solusi permanen dan tak ada lagi permasalahan yang timbul akibat angkutan batu bara.
Seperti diberitakan, Kementerian PUPR RI melalui Direktur Jenderal Bina Marga, Hedy Rahadian, menjelaskan bahwa banyak ruas jalan di Provinsi Jambi mengalami kerusakan akibat angkutan batubara dengan muatan yang melebihi kapasitas jalan.
Ia menyebut, biaya perbaikan jalan tersebut sangat besar dan bahkan bisa mencapai puluhan triliun rupiah apabila pola penggunaan kendaraan tidak diperbaiki.
Hedy menegaskan bahwa jalan nasional seharusnya tidak digunakan untuk angkutan batubara secara terus-menerus tanpa izin yang sesuai.
Perbaikan jalan, kata dia, hanya akan dilakukan apabila penggunaan jalan telah mengikuti aturan, salah satunya dengan tersedianya jalan khusus angkutan batubara.