TODAYNEWS.ID – Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah menegaskan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) tidak memihak siapa pun dalam kisruh penolakan rumah duka Kalideres terhadap pembangunan rumah duka dan krematorium di dekat kawasan tempat tinggal warga.
“Yang pertama tentu Pemkot Jakbar tidak memihak, kami netral. Kami mendengarkan semua masukan, aspirasi, saran, keterangan yang diberikan oleh seluruh pihak,” kata Iin kepada ANTARA usai memediasi pertemuan antara pihak pengembang dan warga di Jakarta, Kamis.
Dalam forum mediasi tersebut, Iin membuka ruang dialog seluas-luasnya. Warga Kalideres, pihak pengembang dari Yayasan Rumah Swarga Abadi, Unit Kerja Perangkat Daerah (UKPD) terkait, hingga perwakilan Kecamatan Kalideres turut diundang untuk menyampaikan pandangan masing-masing.
“Pertama, pihak yang kami mintakan informasi adalah dari masyarakat ya, dari pengurus RW. Kami mengundang pengurus RW di Kelurahan Kalideres dan Pegadungan,” katanya.
Dari sisi warga, Iin menampung berbagai keluhan yang menjadi dasar penolakan. Sementara itu, pihak pengembang diminta memberikan penjelasan secara rinci mengenai pelaksanaan proyek, termasuk aspek perizinan yang telah ditempuh.
“Juga kami mendengarkan informasi keterangan dari semua UKPD terkait. Tadi ada Suku Badan Aset soal perjanjian kerja samanya. Kemudian dari Suku Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan (CKTRP),” kata Iin.
Selain itu, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) turut dimintai keterangan terkait Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Tidak hanya itu, Sudin Lingkungan Hidup juga memberikan penjelasan mengenai proses pengurusan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (Amdal).
“Sebelum menjadi Amdal kan prosesnya ada di Sudin, kalau Amdal itu ada di Dinas,” ujarnya.
Menurut Iin, mediasi yang melibatkan seluruh unsur ini bertujuan mencari titik temu agar persoalan penolakan rumah duka Kalideres tidak semakin melebar dan tetap berjalan kondusif.
“Rapat koordinasi ini dengan seluruh komponen terkait yang kami undang, ini kita menunjukkan pemerintah hadir. Artinya kami melakukan upaya koordinasi secara intensif dan efektif, tujuannya agar semua berjalan dengan kondusif,” ucapnya.
Sebelumnya, warga Perumahan Citra 2, Kalideres, Jakarta Barat, menggelar aksi unjuk rasa pada Sabtu (21/2) sebagai bentuk penolakan terhadap pembangunan rumah duka dan krematorium di sekitar lingkungan mereka.
Perwakilan masyarakat Citra 2, Budiman Tandiono, menyatakan bahwa warga tidak pernah menerima informasi awal terkait rencana pembangunan tersebut.
Menurutnya, keberadaan proyek baru diketahui setelah alat berat masuk ke lokasi pada pertengahan bulan ini.
“Kami tidak pernah menerima sosialisasi atau pemberitahuan resmi. Tahu-tahu sudah ada alat berat masuk dan pembangunan berjalan,” ujarnya.