Kapal induk USS Abraham Lincoln membawa pesawat tempur telah dilaporkan tiba di Timur Tengah pada Akhir Januari 2026. Dok. Angkatan Laut AS TODAYNEWS.ID – Anggota Komisi I DPR RI Oleh Soleh, merespons meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Republik Islam Iran yang berpotensi memicu perang terbuka dan berdampak luas.
Seperti diketahui, hubungan kedua negara terus memanas usai AS menjadi otak utama dibalik kerusuhan Iran dan mengancam keselamatan pemimpin Revolusi Islam Sayyid Ayatullah Ali Khamenei, serta mengerahkan kapal-kapal perangnya ke kawasan sekitar Iran.
Situasi semakin mengkhawatirkan menyusul pernyataan kedua negara baik itu Presiden AS, Donald Trump ataupun pihak Iran yang terus melontarkan ancaman.
Atas kondisi tersebut, Legislator Fraksi PKB itu menilai bahwa kondisi geopolitik global yang tidak menentu ini harus disikapi secara serius oleh pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian Luar Negeri (Kemlu).
“Saya meminta Kementerian Luar Negeri untuk selalu bersiaga dan memantau secara ketat perkembangan situasi antara Amerika Serikat dan Iran. Ketegangan ini berpotensi meningkat sewaktu-waktu dan bisa berdampak luas, termasuk terhadap WNI di kawasan tersebut,” ujar Oleh Soleh, Kamis (29/1/2026).
Ia menekankan pentingnya langkah antisipatif untuk melindungi warga negara Indonesia yang berada di Iran jika terjadi perang.
Oleh karena itu, ia meminta Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran agar meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan.
“KBRI Teheran harus aktif mengimbau seluruh WNI di Iran agar selalu waspada, mengikuti arahan resmi, serta menyiapkan langkah darurat jika terjadi kemungkinan terburuk, termasuk pecahnya perang antara kedua negara,” tegasnya.
Oleh Soleh juga menegaskan bahwa keselamatan WNI harus menjadi prioritas utama negara dalam situasi konflik internasional.
Untuk itu, Oleh Soleh berharap pemerintah Indonesia dapat mengambil langkah diplomatik yang tepat serta memastikan jalur komunikasi dengan WNI di Iran tetap terbuka dan responsif.
“Negara harus hadir dan memastikan seluruh WNI mendapatkan perlindungan maksimal di tengah situasi global yang semakin kompleks,” pungkasnya.