x

Kesehatan Mental Didorong Jadi Bagian Kurikulum Pendidikan Nasional

waktu baca 2 menit
Sabtu, 11 Apr 2026 17:07 21 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat, menyoroti darurat kesehatan mental yang marak terjadi pada anak dan remaja Indonesia saat ini, sehingga menuntut langkah nyata dan terintegrasi dari semua pihak untuk memperbaiki kondisi tersebut.

Sebab itu, Lestari yang juga Anggota Komisi X DPR RI itu mendorong agar kesehatan mental menjadi bagian inti dalam kurikulum pendidikan nasional.

“Penanganan yang terintegrasi untuk mengatasi masalah kesehatan mental anak dan remaja sangat krusial, demi menyelamatkan masa depan generasi penerus bangsa,” ujar Lestari dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (11/4/2026).

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada awal 2026 menunjukkan sekitar 5% anak dan remaja Indonesia mengalami gejala gangguan jiwa, terutama depresi dan kecemasan.

Temuan ini diperkuat hasil Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Maret 2026 yang menyatakan satu dari sepuluh anak Indonesia menghadapi indikasi masalah kesehatan jiwa.

Dari sekitar 7 juta anak yang diskrining, 363.326 anak (4,8%) menunjukkan gejala depresi dan 338.316 anak (4,4%) mengalami gejala kecemasan. Namun, dari jumlah tersebut, hanya 2,6% anak dan remaja yang mendapatkan penanganan profesional.

Bahkan kata Lestari, sejumlah kasus kekerasan yang melibatkan anak dan remaja dalam beberapa bulan terakhir, seperti anak membunuh ibu di Sumbawa, NTB dan di Semarang, Jawa Tengah, bukanlah anomali.

“Itu adalah gejala. Gejala dari sistem yang gagal membekali mereka dengan kemampuan paling dasar sebagai manusia, yaitu memahami diri sendiri,” tegas Lestari.

Dia pun mengkritisi sistem pendidikan nasional yang selama ini terlalu memuja angka, ranking, dan capaian kognitif, namun mengabaikan kesehatan mental dan kematangan emosi.

“Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka sekolah tanpa disadari akan menjadi ruang yang justru memproduksi tekanan, bukan membangun ketahanan. Kesehatan mental harus menjadi bagian inti dalam kurikulum nasional,” tegasnya.

Lestari mengungkapkan bahwa anak-anak saat ini tumbuh di lingkungan dengan tekanan yang semakin kompleks, namun belum sepenuhnya dibekali kemampuan untuk memahami dan mengelolanya.

Tanpa upaya intervensi yang serius, menurutnya, bangsa Indonesia berisiko kehilangan satu generasi karena tumbuh dalam tekanan ancaman kesehatan jiwa yang rapuh.

Untuk itu, diperlukan komitmen kuat dan langkah nyata dari para pemangku kepentingan agar mampu mewujudkan mekanisme tepat yang melahirkan generasi penerus bangsa yang sehat, berkarakter kuat, dan berdaya saing di masa depan.

“Untuk menjadi bangsa yang kuat, kita membutuhkan generasi penerus yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga tangguh secara mental,” demikian poltisi Partai NasDem itu.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

24 hours ago
1 day ago
1 day ago
2 days ago
2 days ago
2 days ago

LAINNYA
x
x