x

Kenneth DPRD DKI: Pendidikan Harus Jadi Ruang Aman dan Harapan bagi Anak

waktu baca 2 menit
Jumat, 6 Feb 2026 14:30 20 Akbar Budi

TODAYNEWS.ID – Anggota DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth menyoroti kasus wafatnya seorang murid sekolah dasar (SD) di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mengakhiri hidupnya karena tidak mampu membeli buku dan alat tulis sekolah.

Kenneth mengatakan, peristiwa kelam tersebut bukan hanya sekadar tragedi keluarga, tetapi kemanusiaan. Dia menekankan, pendidikan seharusnya menjadi ruang aman dan harapan bagi anak-anak.

“Bukan justru menjadi sumber tekanan yang berujung pada hilangnya nyawa,” kata Kenneth dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (6/2/2026).

Kenneth mengingatkan, negera harus hadir untuk seluruh masyarakat. Jangan sampai ada masyarakat yang masih kesulitan untuk mengakses pendidikan layak.

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDI-P ini menyoroti siswa yang meninggal itu ternyata tercatat sebagai penerima manfaat Program Indonesia Pintar (PIP).

Dana bantuan dari PIP telah disalurkan sesuai dengan aturan yang berlaku. Kendati begitu, Kenneth mempertanyakan bagaimana penyaluran dan pendampingan bantuan pendidikan yang disalurkan kepada penerima manfaat.

“Jika bantuan sudah disalurkan tetapi anak masih merasa tidak mampu dan putus asa, maka ada yang salah dalam sistem kita,” ujar Kenneth.

Kenneth mengatakan, kasus anak SD di NTT ini menjadi bahan untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh dunia pendidikan di tanah air.

“Ini harus menjadi bahan evaluasi menyeluruh, bukan hanya bersifat administratif saja,” kata Kenneth.

“Tetapi juga dari sisi pengawasan dan pendampingan keluarga penerima manfaat,” tambah dia.

Peristiwa tragis ini bermula ketika YBS meminta ibunya, MGT, untuk membeli buku dan pena. Permintaan tersebut tidak dapat dipenuhi karena keterbatasan ekonomi keluarga.

Berdasarkan penyelidikan Polres Ngada, YBS sempat menulis surat perpisahan dalam bahasa daerah Ngada. Dalam surat itu, ia meminta sang ibu merelakan kepergiannya dan tidak menangis.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

8 hours ago
19 hours ago
21 hours ago
1 day ago

LAINNYA
x
x