x

Kementan Tegaskan Produksi CPO Nasional Aman untuk Lebaran

waktu baca 3 menit
Senin, 2 Mar 2026 23:59 21 Azis Arriadh

TODAYNEWS.ID – Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan produksi crude palm oil (CPO) nasional berada dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memasok kebutuhan minyak goreng masyarakat menjelang Lebaran 2026.

“Produksi dan stok CPO nasional dalam kondisi aman untuk mengantisipasi lonjakan permintaan minyak goreng selama Ramadhan dan jelang Idul Fitri 1447 Hijriah,” kata Menurut Direktur Jenderal Perkebunan Kementan Abdul Roni Angkat di Jakarta, Senin.

Sebagaimana diketahui, sebagian besar produksi minyak goreng nasional berbasis bahan baku CPO. Karena itu, kecukupan pasokan di tingkat hulu menjadi faktor krusial dalam menjaga stabilitas ketersediaan di pasar, terutama saat permintaan meningkat pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Roni menjelaskan, memasuki kuartal pertama 2026, stok dan produksi di sektor hulu telah dipersiapkan untuk menghadapi kenaikan kebutuhan yang secara historis meningkat sekitar 10–15 persen selama Ramadan dan Idul Fitri 1447 H.

“Koordinasi lintas kementerian, termasuk dengan Kementerian Perdagangan dan Satgas Pangan, terus diperkuat guna mencegah potensi hambatan distribusi dari pabrik hingga ke tahap ” ujar Roni.

Melalui Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementan menegaskan bahwa kekuatan sektor hulu kelapa sawit menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas pasokan minyak goreng nasional. Selain itu, sektor ini juga berperan penting dalam mendukung kebijakan energi melalui Program Mandatori Biodiesel B40/B50.

Berdasarkan hasil monitoring lapangan serta sinkronisasi data spasial perkebunan, produksi CPO nasional pada 2026 menunjukkan tren positif. Hal ini terjadi di tengah kebijakan pemerintah yang menjaga keseimbangan alokasi CPO untuk kebutuhan pangan domestik dan energi.

Lebih lanjut, Roni menambahkan pengaturan ritme pasokan dilakukan secara cermat agar peningkatan kebutuhan biodiesel tidak mengurangi kuota bahan baku minyak goreng, baik curah maupun kemasan (Minyakita).

Sistem pemantauan berbasis digital turut dioptimalkan untuk melacak distribusi Tandan Buah Segar (TBS) dari kebun menuju Pabrik Kelapa Sawit (PKS). Pengawasan ini difokuskan terutama di sentra produksi utama seperti Riau, Kalimantan Tengah, dan Sumatera Utara.

Meski demikian, Roni tidak merinci jumlah produksi CPO nasional saat ini. Namun, ia kembali menegaskan bahwa bahan baku utama minyak goreng tersebut dalam kondisi aman dan mencukupi.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan stabilitas pasokan pangan, khususnya minyak goreng, menjadi prioritas utama pemerintah.

Ia memastikan produksi CPO nasional tetap aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, termasuk menghadapi lonjakan permintaan menjelang hari besar keagamaan.

“Di saat yang sama, komitmen terhadap program biodiesel tetap berjalan secara terukur dan terkendali,” ujar Mentan.

Berdasarkan rekapitulasi data stok komoditas perkebunan per 31 Januari 2026, posisi cadangan nasional tercatat dalam kondisi terkendali. Pemantauan rutin terhadap stok di tingkat hulu, termasuk kapasitas tangki timbun dan distribusi bahan baku, menjadi instrumen penting dalam menjaga stabilitas pasokan.

Menurut Amran, penguatan sektor hulu merupakan fondasi utama dalam menjaga keseimbangan antara kebutuhan pangan dan energi. Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) pun terus dipacu guna meningkatkan produktivitas kebun rakyat.

“Kunci stabilitas ada pada produktivitas. Melalui PSR dan pendampingan teknis, kita dorong peningkatan hasil panen per hektare agar mampu mengimbangi pertumbuhan kebutuhan industri dan konsumsi domestik,” kata Mentan.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

9 hours ago
15 hours ago
1 day ago
1 day ago

LAINNYA
x
x