x

Jembatan Penghubung Desa Cucukan dan Kotesan Klaten Kini Berfungsi Kembali Setelah Terputus Lima Tahun

waktu baca 3 menit
Rabu, 14 Jan 2026 22:01 17 Yunita

TODAYNEWS.ID – Setelah sekitar lima tahun terputus lantaran diterjang banjir, jembatan penghubung Desa Cucukan dan Desa Kotesan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, akhirnya berfungsi kembali.

Konektivitas warga di dua desa tersebut kini kembali dipermudah dengan adanya pembangunan jembatan yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jateng dan Polres Klaten.

Hal itu ditandai dengan diresmikannya Jembatan Merah Putih di Dukuh Matangan, Desa Cucukan, Kecamatan Prambanan oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, pada Rabu (14/1/2026).

Jembatan tersebut merupakan satu dari 19 Jembatan Merah Putih di berbagai daerah yang diresmikan serentak.

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo berharap jembatan tersebut dapat membantu mempermudah mobilitas masyarakat setempat. Juga dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Mudah-mudahan jembatan ini betul-betul bisa bermanfaat buat anak-anak kita, masyarakat kita, petani kita dan juga seluruh yang memanfaatkan jembatan ini,” katanya didampingi Gubernur Ahmad Luthfi.

Ia menjelaskan, rencana ada 63 jembatan di Jawa Tengah yang diperbaiki atau dibangun dengan kolaborasi antara Pemprov Jateng dan jajaran Polda Jateng. Dari jumlah tersebut sudah selesai 19 jembatan, termasuk yang ada di Desa Cucukan tersebut. Sementara sisanya masih dalam proses pembangunan.

“Dalam pengerjaannya, ini juga melibatkan langsung masyarakat di sekitar sehingga kemudian terjalin interaksi yang baik. Se-Indonesia total ada 171 jembatan yang sudah terbangun, Jawa Tengah merupakan yang paling besar,” jelasnya.

Sebagai informasi, jembatan di Dukuh Matangan tersebut mulaya dibangun secara swadaya masyarakat pada tahun 1981. Sejak itu menjadi jembatan penghubung yang mempermudah akses masyarakat di Desa Cucukan dan Desa Kotesan. Pada 2021, jembatan tersebut terputus karena diterjang banjir dan masyarakat harus menempuh jalur memutar.

Pada 2025, Provinsi Jawa Tengah memberikan bantuan senilai Rp400 juta ditambah swadaya dari Polres Klaten untuk membangun kembali jembatan dengan panjang 12 meter dan lebar 4 meter.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya (DPUBMCK) Provinsi Jawa Tengah, Hanung Triyono mengatakan, jembatan tersebut merupakan bukti kolaborasi dan gotong royong antara Pemerintah Provinsi dengan Polri. Terutama dalam upaya memberikan layanan dasar kepada masyarakat.

Hal itu sejalan dengan arahan dari Presiden Prabowo Subianto dan Gubernur Ahmad Luthfi untuk menggenjot infrastruktur layanan dasar. Salah satunya adalah jembatan dan jalan. Bahkan untuk tahun 2026, ada sekitar 679 usulan pembangunan jembatan di Jawa Tengah yang diajukan ke Presiden. Meliputi jembatan penyeberangan orang, jembatan gantung, maupun rehabilitasi jembatan di 35 kabupaten/kota.

“Memang di Provinsi Jawa Tengah kemarin ada usulan banyak sekali untuk tahun 2026 ini. Nanti itu akan diverifikasi dulu, termasuk kelanjutan dari program Polri ini. Semuanya berkesinambungan sehingga anak-anak sekolah, pertanian dan lain-lain bisa berjalan lancar,” katanya.

Selain jembatan, Pemprov Jateng juga mendukung perbaikan ruas jalan, terutama jalan provinsi, serta kolaborasi dengan kabupaten/kota untuk konektivitas antar wilayah. Tujuannya tentu untuk mendukung kelancaran siswa berangkat ke sekolah, distribusi panen, dan konektivitas ekonomi.

Di samping itu Pemprov Jateng juga mengalokasikan sekitar Rp30 miliar untuk perbaikan irigasi tersier sebagai infrastruktur pendukung swasembada pangan. Alokasi tersebut dikoordinir oleh Dinas Pertanian dan Perkebunan.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

10 hours ago
10 hours ago
1 day ago
1 day ago

LAINNYA
x
x