x

Jaksel Temukan Sampel Takjil Berbahaya Selama Ramadhan, Mengandung Formalin dan Boraks

waktu baca 2 menit
Kamis, 5 Mar 2026 13:01 21 Azis Arriadh

TODAYNEWS.ID – Petugas dari Suku Dinas Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Selatan menemukan sejumlah sampel takjil yang mengandung zat berbahaya selama pemeriksaan di bulan Ramadhan 1447 Hijriah.

“Ditemukan 11 sampel positif formalin dan dua sampel mengandung boraks,” kata Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Jakarta Selatan, Fitria Ramdhita saat dihubungi di Jakarta, Kamis.

Fitria menjelaskan bahwa sebanyak 13 sampel tersebut diperiksa di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) DKI Jakarta dari total 644 sampel yang diambil. Sampel tersebut terdiri dari 544 sampel makanan dan 40 sampel minuman yang dijual di berbagai pasar takjil.

Sampel yang diketahui mengandung zat berbahaya tersebut ditemukan pada mi kuning dan kerupuk yang dijual di beberapa lokasi pasar takjil.

“Total sudah 644 sampel dari 318 ‘tenant’ takjil di 10 kecamatan yang sudah kami periksa selama Ramadhan sejak 23 Februari 2026,” katanya.

Selain temuan formalin dan boraks, petugas juga menemukan beberapa sampel takjil yang mengandung pewarna Rodhamin B dan “metanil yellow”. Namun demikian, temuan tersebut masih dinyatakan dalam batas yang relatif aman untuk dikonsumsi.

Temuan tersebut menjadi perhatian bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan pengawasan terhadap keamanan pangan yang dijual selama bulan Ramadhan.

Atas temuan tersebut, Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan langsung melakukan pembinaan kepada pedagang agar tidak lagi menjual makanan yang mengandung zat berbahaya.

“Kami melakukan pembinaan pada pedagang dan mengimbau untuk tidak menjual dagangan yang hasilnya positif,” katanya.

Pengawasan makanan di pasar takjil diharapkan mampu memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya mengonsumsi makanan sehat dan aman selama bulan Ramadhan.

Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan juga mengerahkan satuan tugas (satgas) khusus untuk mengawasi keamanan pangan selama bulan Ramadhan 1447 Hijriah.

Satgas tersebut merupakan gabungan dari unsur Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM), Suku Dinas Kesehatan, Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP), bagian perekonomian wilayah setempat, serta BPOM.

Pembentukan satgas ini bertujuan memastikan seluruh pangan olahan yang dijual di wilayah Jakarta Selatan bebas dari zat berbahaya, seperti formalin, pewarna tekstil, maupun zat aditif berbahaya lainnya.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

3 hours ago
3 hours ago
2 days ago
2 days ago
2 days ago
3 days ago

LAINNYA
x
x