x

Italia dan Norwegia Kritik Pernyataan Trump soal Kontribusi NATO di Afghanistan

waktu baca 2 menit
Senin, 26 Jan 2026 14:30 21 Azis Arriadh

TODAYNEWS.ID – Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni dan PM Norwegia Jonas Gahr Store angkat bicara menanggapi komentar Presiden AS Donald Trump yang menyebut tentara NATO non-AS “tidak berada di garis depan” di Afghanistan. Isu kontribusi NATO Afghanistan ini pun langsung menjadi perhatian para pemimpin Eropa.

Pernyataan yang dinilai meremehkan peran negara-negara NATO tersebut dianggap tidak pantas, terlebih disampaikan oleh negara sekutu sendiri. Karena itu, kedua pemimpin menilai narasi tersebut tidak mencerminkan realitas di lapangan selama misi berlangsung.

Dalam pernyataan Sabtu (24/1), Meloni menegaskan bahwa setelah serangan 11 September 2001, NATO mengaktifkan Pasal 5 untuk pertama kalinya sebagai wujud solidaritas kepada Amerika Serikat. Langkah itu menjadi tonggak penting dalam sejarah aliansi pertahanan tersebut.

“Italia segera merespons bersama para sekutunya, mengerahkan ribuan personel militer dan mengemban tanggung jawab penuh atas Komando Regional Barat, salah satu area operasional terpenting dari seluruh misi internasional tersebut,” ujar Meloni.

Lebih lanjut, Meloni menjelaskan bahwa Italia telah membayar “harga yang tak terbantahkan” dengan 53 tentaranya gugur dan lebih dari 700 orang mengalami luka-luka selama hampir dua dekade operasi tempur, misi keamanan, hingga pelatihan pasukan Afghanistan. Data tersebut, menurutnya, menjadi bukti nyata kontribusi NATO Afghanistan yang tidak bisa diabaikan.

Oleh sebab itu, ia menegaskan bahwa pernyataan yang meremehkan kontribusi NATO di Afghanistan tidak dapat diterima, khususnya jika datang dari sesama sekutu. Solidaritas, menurut Meloni, seharusnya dibangun di atas saling menghormati pengorbanan.

Sementara itu, PM Norwegia Store juga menilai pernyataan Trump sebagai sesuatu yang “tidak menghargai.” Ia menekankan pentingnya menghormati para prajurit dan keluarga yang terdampak oleh konflik panjang tersebut.

“Prajurit yang gugur, keluarga yang ditinggalkan, dan mereka yang bertugas di Afghanistan layak diperlakukan dengan jujur dan hormat,” tulis Store di Facebook. “Pernyataan yang diutarakan presiden AS itu tidak menghargai. Saya memahami veteran maupun kerabat mereka bereaksi keras terhadap hal ini.”

Sebelumnya, komentar Trump disampaikan kepada Fox Business pada Kamis (22/1). Ia menyebut Amerika Serikat tidak pernah membutuhkan tentara non-AS dalam perang di Afghanistan, yang disebutnya “hanya berada di belakang, agak jauh dari garis depan.” Pernyataan ini kemudian memicu perdebatan luas mengenai kontribusi NATO Afghanistan serta makna solidaritas antar sekutu.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

5 hours ago
5 hours ago
2 days ago
2 days ago

LAINNYA
x
x