TODAYNEWS.ID – Juru bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Jenderal Ali Mohammad Naeini, bersumpah bahwa serangan balasan Iran terhadap Amerika Serikat (AS) dan rezim Zionis Israel akan semakin menghancurkan.
Merujuk pada serangan Iran terhadap target di wilayah pendudukan Israel dan pangkalan AS di kawasan tersebut
Seperti dilaporkan Kantor berita Tasnim, pada Selasa (3/3/2026), Jenderal tersebut menegaskan, bahwa selama Operasi True Promise 4, Iran akan terus menyerang pangkalan AS di kawasan dan wilayah Israel.
IRGC menyatakan bahwa respons militer Republik Islam Iran pada hari pertama dan kedua perang ketika dimulai lebih kuat dan lebih menghancurkan daripada respons dalam perang 12 hari yang dipaksakan oleh rezim Zionis pada Juni 2025.
Dia menambahkan bahwa rudal Iran telah ditingkatkan dan lebih canggih daripada yang digunakan dalam perang tahun lalu.
Ia juga menegaskan, “jumlah rudal Iran yang mengenai sasaran telah melampaui perkiraan musuh dan mengejutkan mereka,” kata Jenderal Naeini.
“Musuh-musuh harus merasakan serangan terus-menerus dari Iran,” tegas Jenderal Naeini seraga menambahkan bahwa, “pintu neraka akan semakin terbuka bagi AS dan rezim Zionis setiap saat”.
Seperti diketahui, saat negosiasi nuklir tidak langsung sedang berlangsung antara Teheran dan Washington, yang dimediasi oleh Oman, AS dan rezim Israel justru melancarkan serangan terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026) pagi.
Sebagai tanggapan terhadap agresi AS-Israel, yang telah menyebabkan gugurnya Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyed Ali Khamenei, sejumlah komandan militer senior, dan ratusan warga sipil, Iran telah meluncurkan Operasi Janji Sejati 4, dengan melakukan serangan rudal dan drone besar-besaran terhadap target Israel dan pangkalan AS di kawasan.
Sementara itu, laporan media Israel, mengutip pernyataan pejabat dari rezim tersebut, melaporkan bahwa serangan rudal Iran yang tiada henti terhadap posisi-posisi penting di Israel telah memicu kekhawatiran atas perubahan taktik yang mencolok.
Menurut laporan tersebut, otoritas Israel mengamati peningkatan signifikan dalam laju peluncuran rudal mulai hari Minggu, yang menandakan potensi penyesuaian strategis oleh Teheran.
Para pejabat Israel mencatat bahwa meskipun sirene serangan udara lebih jarang terdengar dalam beberapa hari terakhir, jumlah rudal yang diluncurkan telah meningkat secara substansial.
Sumber militer mengkonfirmasi bahwa Iran sekarang menembakkan antara 20 hingga 30 rudal per gelombang serangan, peningkatan tajam dari pola sebelumnya.
Media berbahasa Ibrani itu selanjutnya mengutip penilaian Israel yang menunjukkan bahwa Iran mungkin sedang bersiap untuk meluncurkan serangan yang lebih besar lagi, dengan hingga 80 sampai 90 rudal per gelombang.
Seorang pejabat memperingatkan, “Kita menghadapi hari-hari sulit di depan,” mendesak masyarakat untuk tetap waspada dan bertindak secara bertanggung jawab di tengah ancaman yang meningkat.