TODAYNEWS.ID – Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menyatakan telah melakukan serangan skala besar yang menargetkan titik-titik berkumpul militer AS-Israel, sistem rudal Patriot, dan aset-aset yang terkait dengan musuh di kawasan sebagai bagian dari fase ke-95 Operasi True Promise 4.
Hal itu sebagaimana disampaikan IRGC dalam pernyataan resminya pada, hari Sabtu (4/4/2025), seperti dilaporkan kantor berita Iran, Tasnim.
“Gelombang serangan ke-95 pada Operasi True Promise 4 telah dilaksanakan melalui serangan yang luas dan beragam oleh Angkatan Laut dan Angkatan Udara IRGC.”
Menurut pernyataan tersebut, operasi itu dilakukan di wilayah luas yang meliputi Asia Barat dan wilayah Palestina yang diduduki, menggunakan rudal Haj Qassem, Khaybar-shekan (Khaybar-buster), dan Qadr.
“Di antara target yang dihantam adalah baterai artileri roket HIMARS (High Mobility Artillery Rocket System) AS yang ditempatkan di Pulau Bubiyan di Kuwait, sistem rudal Patriot AS di Bahrain utara, lokasi berkumpulnya operator sistem rudal buatan AS, dan lokasi yang menampung komandan senior dan instruktur militer AS di Uni Emirat Arab”.
Pernyataan itu juga menyebutkan bahwa fasilitas milik perusahaan teknologi kecerdasan buatan Amerika, Oracle Corporation, di Uni Emirat Arab menjadi sasaran serangan tersebut.
Selain itu, sebuah kapal komersial yang diidentifikasi sebagai “MCS Ishika,” milik rezim Zionis Israel dihantam oleh proyektil dahsyat dari pasukan angkatan laut IRGC saat berlabuh di Pelabuhan Khalifa bin Salman di Bahrain.
Lebih lanjut, IRGC juga mengumumkan bahwa beberapa lokasi di Tel Aviv, Bnei Brak, Petah Tikva, Ramat Gan, dan Kiryat Shmona menjadi sasaran serangan terus-menerus dan berat menggunakan rudal Qadr multi-hulu ledak.