Kapal induk USS Gerald R. Ford Amerika Serikat (AS). Foto: US Navy TODAYNEWS.ID – Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengeluarkan pernyataan yang mengecam penarikan mendadak kapal induk USS Gerald R. Ford milik Amerika Serikat (AS) dari wilayah Asia Barat.
IRGC menyatakan penarikan kapal induk dari medan perang sebagai tanda kelemahan dan kegagalan militer AS dalam mendukung pasukannya pada pertempuran langsung.
“Penarikan mendadak kapal induk AS Gerald R. Ford dari medan konfrontasi, ditambah dengan kegagalannya untuk mendukung pasukan Amerika yang kelelahan dan kalah di Asia Barat,” tulis IRGC dalam pernyataannya, pada Jumat (20/3/2026).
“Sekali lagi telah mengungkap sifat hampa dari kekuatan material kekuatan hegemonik yang arogan.”
Padahal kata IRGC, pengerahan kapal induk AS sebelumnya disertai dengan berbagai propaganda kekuatan, aksi teatrikal, dan klaim yang dilebih-lebihkan oleh para pejabat militer AS dan media Barat.
Namun, dengan mundurnya kapal induk terbesar milik Angkatan Laut AS itu karena insiden kebakaran, justru kini menjadi pertanyaan.
“Namun, kepergiannya yang dipertanyakan dan diam-diam di puncak ketegangan mengungkapkan realitas yang tidak dapat disembunyikan oleh pemadaman media apa pun: kerentanan dan penghinaan mendalam dari para perencana perang Amerika dan Zionis,” tegas IRGC.
“Raksasa militer macam apa ini, yang insiden internal sederhana seperti kebakaran di fasilitasnya sendiri dapat memicu krisis dan memaksanya mundur dari medan perang?”.
Pengalihan rute kapal induk tersebut menuju pangkalan AS di Yunani dengan menghindari Selat Bab al-Mandeb, telah menimbulkan pertanyaan mendasar di kalangan pengamat: “mengapa kapal perang senilai $13 miliar harus takut pada segelintir kapal perlawanan berbiaya rendah dan lincah?”