x

Iran Kembali Tegaskan Kedaulatannya Atas Selat Hormuz

waktu baca 2 menit
Senin, 23 Mar 2026 21:25 22 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Islam Iran menegaskan kembali soal kedaulatan negaranya di Selat Hormuz dan menyatakan komitmennya terhadap kebebasan navigasi di perairan tersebut.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis oleh Kementerian Luar Negeri Iran pada hari Minggu (22/3/2026), mengenai sikap Teheran terhadap keamanan dan keselamatan maritim di Selat Hormuz.

Republik Islam Iran menegaskan sebagai negara yang bertanggung jawab dan berkomitmen pada prinsip-prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan hukum internasional, selalu menghormati prinsip kebebasan navigasi serta keamanan dan keselamatan navigasi maritim.

“Selama bertahun-tahun, Iran telah berupaya untuk menegakkan prinsip-prinsip ini di wilayah maritim kawasan ini, termasuk Teluk Persia, Selat Hormuz, dan Laut Oman,” tulis pernyataan resmi Kemlu Iran.

“Jelas bahwa penghormatan terhadap prinsip-prinsip ini dalam praktik, termasuk pelayaran melalui Selat Hormuz, hanya dapat terwujud dalam konteks penghormatan terhadap kedaulatan dan hak kedaulatan negara pantai”.

Kemlu Iran menyebut agresi militer AS dan rezim Zionis terhadap negaranya yang dimulai pada tanggal 28 Februari 2026 merupakan pelanggaran nyata terhadap Pasal 2 (4) Piagam PBB dan norma mutlak yang melarang penggunaan kekerasan.

“Situasi berbahaya telah terjadi di Teluk Persia dan Selat Hormuz, yang dampaknya secara langsung mempengaruhi keselamatan dan keamanan navigasi dan pelayaran maritim,” lanjut Kemlu Iran.

Dalam menjalankan hak inherennya untuk membela diri terhadap pihak agresor, Republik Islam Iran telah menargetkan pangkalan dan fasilitas militer AS di kawasan.

Selain itu Iran juga telah menerapkan serangkaian langkah untuk memastikan bahwa agresor dan pendukung mereka tidak menyalahgunakan Selat Hormuz untuk memajukan tujuan agresif mereka terhadap Iran.

“Sebagai negara pantai Selat Hormuz, Republik Islam Iran, sesuai dengan prinsip dan aturan hukum internasional yang telah ditetapkan, telah mencegah lewatnya kapal-kapal milik atau yang terkait dengan pihak agresor dan peserta dalam agresi mereka,” tegas pernyataan Kemlu Iran itu.

Pada saat yang sama, Republik Islam Iran telah melakukan pencegahan atas timbulnya risiko tambahan pada kapal dan pelaut di Teluk Persia, Selat Hormuz, dan Laut Oman.

Oleh karena itu, dan sebagaimana telah berulang kali ditekankan, Selat Hormuz tidak diblokir, dan lalu lintas maritim di Selat Hormuz tidak dihentikan.

“Navigasi di Selat Hormuz terus berlanjut sesuai dengan langkah-langkah pencegahan yang diperlukan sebagaimana disebutkan di atas dan mempertimbangkan kondisi yang timbul dari keadaan konflik”.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

5 hours ago
5 hours ago
3 days ago
4 days ago
4 days ago
5 days ago

LAINNYA
x
x