Duta Besar (Dubes) Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi (berbaju hitam). Foto: TODAYNEWS/Dhanis TODAYNEWS.ID – Duta Besar (Dubes) Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, membantah kabar yang menyebutkan bahwa stok rudal negaranya sudah mulai menipis, menyusul rangkaian serangan balasan ke Israel dan sejumlah pangkalan militer AS di Kawasan.
Menurutnya tidak ada pihak luar yang mengetahui pasti seberapa banyak amunisi rudal yang dimiliki Iran dan seberapa kuat hulu ledak dari rudal-rudal tersebut.
“Tidak ada yang mengetahui secara persis seberapa kekuatan rudal dan berapa jumlahnya dari setiap negara,” kata Boroujerdi kepada wartawan di Kediamannya, Jalan Madiun No. 1, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (5/3/2026).
Boroujerdi juga menegaskan bahwa hanya medan perang yang dapat mengetahui pihak siapa yang kehabisan rudal terlebih dahulu.
“Hanya medan perang yang akan menentukan siapa yang akan habis amunisinya,” ujarnya.
Lebih lanjut, Boroujerdi justru menegaskan meski negaranya terus-menerus menyerang ke wilayah musuh dengan rudal, namun produksi rudal dalam negeri Iran tak pernah berhenti.
“Kami bukan hanya memiliki jumlah rudal dan amunisi yang banyak, tetapi pada saat bersamaan, jaringan produksi persenjataan konvensional di negara kami juga berlangsung aktif,” tegasnya.
Dubes tersebut juga menegaskan bahwa kabar mulai menipisnya stok rudal Iran di tengah peperangan merupakan harapan kosong dari Presiden AS Donald Trump.
“Presiden Amerika itu hanya ingin menyampaikan cita-citanya saja,” ucapnya.
Selain itu, Boroujerdi juga menegaskan bahwa Iran tidak akan pernah bernegosiasi kembali dengan AS. Ia juga menyatakan negaranya akan mengejar kemenangan dalam perang yang telah dimulai oleh musuh-musuh negeri para mullah itu.
“Untuk kali ini, kami tidak akan menerima bentuk negosiasi apapun dan kami akan mengejar perang ini sampai kemenangan Iran,” pungkasnya.