x

Hubungan Korea Utara dan AS Memanas, Kim Jong Un Buka Peluang Koeksistensi Damai

waktu baca 3 menit
Kamis, 26 Feb 2026 22:01 22 Azis Arriadh

TODAYNEWS.ID – Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, kembali mengirimkan sinyal terbuka terkait masa depan hubungan Korea Utara dan AS. Ia menegaskan bahwa Pyongyang siap memperbaiki relasi bilateral, asalkan Washington menghentikan sikap permusuhan terhadap negaranya.

Pernyataan tersebut disampaikan Kim dalam kongres Partai Pekerja Korea (WPK), agenda politik terbesar yang digelar setiap lima tahun sekali. Acara itu resmi ditutup dengan parade militer malam hari pada Rabu, menandai akhir rangkaian pertemuan penting tersebut.

Kim hadir bersama putrinya yang diyakini bernama Kim Ju Ae. Kehadiran sang putri dalam berbagai acara kenegaraan belakangan ini semakin menyita perhatian publik internasional, terutama karena ia disebut telah memasuki usia remaja, sebagaimana dilaporkan kantor berita resmi Korean Central News Agency (KCNA).

Dalam laporan evaluasi kebijakan lima tahunan Korea Utara, Kim menegaskan kesiapan negaranya menghadapi segala kemungkinan hubungan dengan AS.

“kita sepenuhnya siap menghadapi konfrontasi dengan AS di masa depan”.

Menurut Kim, hingga kini Washington “masih belum mengubah pandangan permusuhan aslinya” terhadap Pyongyang. Oleh sebab itu, ia menilai hubungan kedua negara sebenarnya dapat membaik apabila sikap tersebut berubah.

“tidak ada lagi alasan kita tidak berhubungan dengan baik”.

Meski demikian, Kim menekankan bahwa masa depan hubungan bilateral sepenuhnya berada di tangan Amerika Serikat.

“Koeksistensi damai ataupun konfrontasi abadi, kita siap menghadapi segalanya, dan pilihan tersebut tidak ditentukan oleh kita,” kata Kim, sebagaimana dikutip KCNA.

Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya beberapa kali menyampaikan kesiapan untuk kembali membuka dialog dengan Kim sejak kembali menjabat pada Januari tahun lalu. Keduanya diketahui pernah bertemu tiga kali dalam periode 2018–2019.

Namun demikian, pembicaraan terkait program nuklir Korea Utara kala itu tidak berlanjut. Meskipun peluang diplomasi kembali terbuka, Kim tetap menegaskan komitmen untuk memperkuat kemampuan militernya.

“tekad teguh partai kita untuk semakin memperluas dan meningkatkan kekuatan nuklir nasional”, yang ia sebut sebagai bagian penting strategi deterensi nasional.

Pernyataan ini menunjukkan bahwa di tengah wacana perbaikan hubungan Korea Utara dan AS, Pyongyang tetap mempertahankan strategi pertahanan berbasis nuklir sebagai jaminan keamanan nasional.

Berbeda dengan nada yang relatif terbuka terhadap Washington, Kim mengambil sikap jauh lebih keras terhadap Korea Selatan. Ia menegaskan bahwa Pyongyang tidak lagi menganggap Seoul sebagai saudara sebangsa dan tetap memandangnya sebagai “negara yang sangat bermusuhan dan musuh abadi”.

Kim juga menolak pendekatan rekonsiliasi Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung yang disebutnya sebagai “lelucon yang kikuk dan menipu serta langkah yang buruk”.

Sejak menjabat pada Juni tahun lalu, Lee memang berupaya meredakan ketegangan dan meninggalkan pendekatan konfrontatif yang sebelumnya diambil mantan presiden Yoon Suk Yeol. Namun, upaya tersebut tampaknya belum mendapat respons positif dari Pyongyang.

Kim bahkan memperingatkan bahwa Korea Utara dapat memberikan respons keras apabila merasa keamanan negaranya terganggu, termasuk tidak menutup kemungkinan “kehancuran total” Korea Selatan.

Menanggapi pernyataan itu, Kementerian Unifikasi Korea Selatan menyampaikan keprihatinan mendalam atas sikap Pyongyang yang terus menganggap Seoul sebagai musuh. Meski demikian, pemerintah Seoul menegaskan komitmennya untuk tetap mendorong koeksistensi damai di Semenanjung Korea.

Menariknya, dalam laporan kali ini Kim tidak menyinggung kebijakan Korea Utara terhadap Jepang.

Berdasarkan foto dan laporan KCNA, parade militer yang digelar di Lapangan Kim Il Sung, Pyongyang, tidak menampilkan persenjataan besar seperti rudal balistik antarbenua.

Namun demikian, personel militer Korea Utara yang dilaporkan membantu Rusia dalam perang melawan Ukraina disebut turut ambil bagian dalam parade tersebut.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

12 hours ago
1 day ago
1 day ago
2 days ago

LAINNYA
x
x