x

Hizbullah: Iran Halangi Proyek Israel Raya

waktu baca 2 menit
Minggu, 15 Feb 2026 09:00 10 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Kepala Dewan Eksekutif Hizbullah Sheikh Ali Damoush, mengatakan bahwa Iran menjadi satu-satunya negara yang menjadi sasaran atas permusuhannya dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Hal itu dikarenakan Iran menjadi satu-satunya negara yang paling berani mencegah terwujudnya rencana proyek yang disebut “Israel Raya” di kawasan.

Selain itu, Washington dan Israel juga menargetkan Republik Islam karena sikap Iran kuat yang berakar pada nilai-nilai Islam dan revolusionernya.

“Permusuhan antara Amerika dan rezim Zionis, serta upaya mereka untuk menyerang Republik Islam Iran, disebabkan oleh identitas revolusi Islamnya,” katanya pada Sabtu(14/2/2026), seperti dilaporkan kantor berita Presstv.

Damoush menyatakan bahwa Iran telah dipilih secara khusus karena negara itu tetap menjadi satu-satunya negara yang teguh berada di poros konfrontasi melawan pendudukan Israel.

Ia juga memperingatkan tentang upaya untuk menyeret kawasan itu ke dalam konflik baru. Perang melawan Iran saat ini, menurutnya “akan menguntungkan Israel sebelum menguntungkan Amerika.”

Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ancaman militer AS terhadap Iran dalam beberapa pekan terakhir, meskipun telah dimulainya babak baru pembicaraan tidak langsung yang berfokus pada masalah nuklir Iran dan pencabutan sanksi AS di Oman.

Menurut Damoush, Tel Aviv telah berupaya menggagalkan negosiasi antara Teheran dan Washington yang telah mencari dalih untuk memicu perang.

Beralih ke gagasan yang disebut “Israel Raya,” Damoush mengatakan bahwa Iran dan Poros Perlawanan telah menghalangi ekspansionisme Israel dan mencegah terwujudnya konspirasi tersebut.

“Terwujudnya proyek ini dan memungkinkan rezim ini untuk mendominasi kawasan ini memiliki satu jalan kunci: eliminasi Iran dan sekutu-sekutu regionalnya. Namun, mereka menghalangi jalan Israel,” katanya.

Sebagai informasi, istilah “Israel Raya” kembali muncul dalam wacana politik Israel dalam beberapa tahun terakhir, dan kembali menggema pada Agustus tahun lalu.

Setelah Perdana Menteri Rezim Zionis, Benjamin Netanyahu, mengatakan kepada media Israel bahwa ia merasakan keterkaitan yang mendalam dengan “visi ini”.

Merujuk pada wilayah Palestina yang diduduki Israel serta sebagian wilayah Mesir, Yordania, Suriah, dan Lebanon, dan menggambarkannya sebagai “misi historis dan spiritual.”

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

17 hours ago
17 hours ago
2 days ago
2 days ago

LAINNYA
x
x