x

Hasil Babak 7 Olimpiade Catur 2026, Indonesia Masih Berpeluang Tembus 20 Besar

Laporan: Azis Arriadh

waktu baca 3 menit
Jumat, 25 Sep 2026 14:16 25

TODAYNEWS.ID – Perjuangan kontingen Indonesia pada gelaran Olimpiade Catur 2026 di Samarkand, Uzbekistan, terus berlanjut hingga tuntasnya babak ke-8.

Hasil kontras sempat diraih oleh tim putra dan putri Indonesia pada pertandingan sebelumnya, namun optimisme tetap mengudara untuk menghadapi sisa babak turnamen legendaris ini.

Pada babak ke-7, Tim Catur Indonesia Putra harus mengakui keunggulan Tim Ukraina—yang merupakan unggulan ke-12 turnamen—dengan skor akhir 0,5-3,5. Meskipun menelan kekalahan, torehan manis dicetak oleh IM Gilbert Elro Tarigan (2416) yang berlaga di papan 2. Gilbert berhasil menahan remis pecatur legendaris dunia asal Ukraina, GM Vasyl Ivanchuk (2630). Hasil imbang yang sangat berharga tersebut memberikan tambahan poin rating yang cukup signifikan bagi Gilbert.

Di kategori lain, kabar gembira datang dari Tim Catur Indonesia Putri yang sukses memetik kemenangan usai menghempaskan Tim Putri Singapura dengan skor mantap 3-1. Kendati demikian, sedikit catatan terjadi di papan 1 saat WIM Diajeng Theresa Singgih (2280) terpaksa menyerah dari lawannya, WGM Qianyun Gong (2182). Kekalahan tersebut mengurangi tabungan rating yang sebelumnya sudah berhasil dikumpulkan oleh Diajeng.

Memasuki dan menyelesaikan babak ke-8, posisi kontingen Indonesia menunjukkan dinamika persaingan yang kian tajam. Menanggapi capaian hingga babak ke-8 serta peta persaingan yang tersisa, Sekretaris Jenderal PB Percasi, Nanang Pujalaksana, memberikan pembaruan informasi sekaligus dorongan semangat agar seluruh atlet tetap fokus.

Nanang menyampaikan bahwa hingga babak ke-8, tim putri Indonesia berada pada peringkat ke-14 dari 189 negara, sedangkan tim putra menempati posisi ke-48 dari 206 negara. Dengan menyisakan tiga babak terakhir, peluang Indonesia untuk memperbaiki dan mempertajam posisi akhir masih terbuka lebar.

“Saat ini sampai dengan babak 8 tim putri berada pada rangking 14 dari 189 negara dan tim putra rangking 48 dari 206 negara. Saat ini menyisakan 3 babak terakhir dan masih besar harapan untuk meningkatkan posisi peringkat,” ujar Nanang Pujalaksana.

Ia menambahkan bahwa semangat juang para pecatur Tanah Air tidak boleh surut karena perolehan poin di babak-babak krusial ini akan sangat menentukan posisi akhir Indonesia di tabel klasemen dunia maupun persaingan kategori seed.

“Perjuangan tim Indonesia belum berakhir, masih ada babak terakhir yang tentunya Indonesia masih berpotensi untuk memperbaiki peringkat, bahkan memungkinkan bisa juara di kategori atau Seed B. Untuk secara keseluruhan, kita masih berpotensi memperbaiki peringkat. Mudah-mudahan kita bisa meraih hasil maksimal pada peringkat 20 besar, itu harapan kita,” tutur Nanang.

Sementara itu ketua PB Percasi yang juga Gubernur Kalteng saat ini, berharap perjuangan para atletnya di olimpiade kali ini dapat berbuah hasil positif dengan menorehkan sejarah baru.

“Ini waktunya tim catur Indonesia bisa menorehkan sejarah baru, meski saya tidak bisa mendampingi namun saya terus memantau dan mendoakan yang terbaik untuk tim,” Ujar Agustiar.

Partisipasi di Samarkand 2026 ini sekaligus mengukuhkan sejarah panjang keterlibatan Indonesia dalam pentas catur dunia. Sejak pertama kali berpartisipasi pada Olimpiade Catur 1960 di Leipzig, Jerman Timur usai resmi bergabung dengan FIDE, edisi 2026 menjadi keikutsertaan ke-28 bagi Tim Putra Indonesia.

Sepanjang sejarahnya, tim putra hanya empat kali absen, yakni pada 1964 dan 1976 terkait isu politik lokasi penyelenggaraan di Israel, serta tahun 1968 dan 1998 akibat dinamika politik dalam negeri. Adapun bagi Tim Putri Indonesia, ajang tahun ini merupakan partisipasi mereka yang ke-20 sejak penampilan perdana pada 1982 di Lucerne, Swiss.

Sejarah mencatat bahwa Indonesia memiliki rekam jejak prestasi yang membanggakan di Olimpiade Catur. Secara beregu, pencapaian tertinggi Tim Putra diraih pada Olimpiade 1986 di Dubai dengan menduduki peringkat ke-19 dari 108 negara, sedangkan Tim Putri mencatatkan rekor terbaiknya pada Olimpiade 1996 di Yerevan, Armenia, dengan menembus peringkat ke-11 dari 74 negara.

Secara individu, jajaran pecatur Tanah Air juga berulang kali menyumbang medali dan gelar bergengsi, seperti medali perak Papan 2 oleh GM Utut Adianto (Dubai 1986) serta medali emas Papan 1 (Istanbul 2000). Selain itu, GM Cerdas Barus merebut emas Papan 3 (Bled 2002), sementara pada Olimpiade 2004 di Mallorca, Spanyol, Susanto Megaranto sukses menyegel gelar Grandmaster bersamaan dengan keberhasilan WGM Irene Kharisma Sukandar meraih medali perak Papan 3.

Editor: Azis Arriadh

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

43 minutes ago
1 day ago
3 days ago
3 days ago
3 days ago
3 days ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor