Aidha menghadirkan kisah tiga pekerja migran Indonesia yang terpilih melalui proses community vetting di platform Campaign for Good. Dok. Aidha TODAYNEWS.ID – Dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional, Aidha menghadirkan kisah tiga pekerja migran Indonesia yang terpilih melalui proses community vetting di platform Campaign for Good.
Kampanye ini dijalankan Aidha bersama Campaign for Good dan berfokus pada pendidikan keuangan, pembelajaran sebaya (peer learning), serta dukungan komunitas sebagai langkah untuk membangun kepercayaan diri, tanggung jawab, dan pengembangan diri dalam jangka panjang.
Melalui pelatihan terstruktur, storytelling, dan partisipasi komunitas, kampanye ini menciptakan ruang yang aman dan suportif bagi para perempuan untuk merefleksikan perjalanan hidup mereka, mengasah keterampilan, serta saling memberi semangat dalam menghadapi tantangan serupa.
#BersamaBerdaya: Pemberdayaan melalui pendidikan
Diluncurkan pada Desember 2025, #BersamaBerdaya menghadirkan tiga pekerja migran Indonesia yang terpilih melalui proses community vetting sebagai Duta Berdaya (mentor sebaya).
Setiap Duta Berdaya menerima dukungan hibah, pelatihan storytelling dan komunikasi digital, serta kesempatan untuk membagikan pengalaman mereka melalui platform yang melibatkan kurasi komunitas.
Kampanye ini mendorong perempuan untuk mengembangkan potensi, menumbuhkan kepemimpinan yang praktis, dan saling menyemangati dalam menghadapi tantangan, menjadikan pengalaman hidup mereka sebagai kekuatan nyata untuk mendorong perubahan.
Fitria Hendrawati, Duta Berdaya, #BersamaBerdaya
Bagi Fitria, melangkah maju bukan hanya sebuah pilihan, tetapi sebuah tanggung jawab. Saat ayahnya jatuh sakit dan keluarganya hampir kehilangan segalanya, Fitria menjadi tulang punggung keluarga menanggung kebutuhan anaknya, orang tua, hingga keluarga besar.
Dengan pengalaman kerja dan kemampuan bahasa Inggris yang terbatas, ia memutuskan untuk mencari peluang kerja di luar negeri demi membangun kembali stabilitas keluarganya. Perjalanan itu tidak mudah, baik secara emosional maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Bertekad untuk terus maju, Fitria menemukan Aidha. Hal-hal yang sebelumnya terasa rumit perlahan menjadi lebih mudah. Selangkah demi selangkah, ia mengembangkan kemampuan kepemimpinan, meningkatkan kemampuan bahasa Inggris, dan belajar membuat keputusan keuangan yang lebih bijak.
“Tidak ada hasil yang instan, semuanya membutuhkan waktu dan proses,” ujarnya dalam keterangannya, Minggu (8/3/2026).
Kini sebagai Duta Berdaya, Fitria membagikan pengalamannya untuk mendorong perempuan lain agar lebih percaya diri dalam mengelola keuangan dan merencanakan masa depan.
Siti Mujiati, Duta Berdaya, #BersamaBerdaya
Perjalanan Siti dimulai dari kebutuhan akan stabilitas sebagai ibu tunggal dari dua anak. Setelah meninggalkan pekerjaan pabrik yang tidak lagi bisa memenuhi kebutuhan hidup, ia mencari kesempatan bekerja di luar negeri.
Berjauhan dari anak-anaknya menjadi bagian tersulit. Namun alih-alih menyerah, Siti menjadikan setiap tantangan sebagai pelajaran hidup, membentuk dirinya menjadi pribadi yang lebih sabar, empatik, dan disiplin.
“Dengan keberanian dan pendidikan, saya bisa bangkit dan mengubah bukan hanya hidup saya, tetapi juga masa depan anak-anak saya,” ujar Siti.
Melalui perencanaan keuangan dan semangat belajar yang berkelanjutan, Siti berhasil menyelesaikan pendidikan sarjana, membangun dana darurat, serta mendukung kedua putrinya hingga mereka juga memiliki kesempatan bekerja di luar negeri.
Sebagai Duta Berdaya, kini ia menyalurkan pengalamannya untuk memberdayakan sesama pekerja migran melalui pendidikan.
Nur Bayani, Duta Berdaya, #BersamaBerdaya
Perjalanan Nur Bayani menjadi bukti kuat tentang ketangguhan yang dibentuk melalui proses belajar dan dukungan komunitas. Setelah bekerja di luar negeri dan menabung dengan tekun, Nur mengalami penipuan yang membuat seluruh tabungannya hilang.
Kejadian tersebut menjadi pukulan berat dan memaksanya memulai kembali dari awal. Di tengah tekanan finansial, Nur memilih untuk tidak menyerah.
Ia kembali belajar. Melalui program-program Aidha, ia memperkuat pemahaman tentang keuangan dan meningkatkan kepercayaan dirinya dalam mengambil keputusan sehari-hari.
“Sekarang kemampuan bahasa Inggris saya lebih baik, jadi saya merasa lebih percaya diri, dan saya juga belajar keterampilan bisnis. Setiap tantangan hidup saya hadapi dengan bekal yang saya pelajari,” ungkapnya.
Kini sebagai Duta Berdaya, Nur Bayani membagikan pengalaman dan pelajaran praktis kepada sesama pekerja migran menunjukkan bagaimana pendidikan dan dukungan komunitas dapat mengubah kegagalan menjadi batu loncatan menuju stabilitas dan keyakinan diri.
Hari Perempuan Internasional menjadi momentum untuk mengapresiasi berbagai langkah kecil penuh keberanian yang membawa perempuan terus maju.
Melalui #BersamaBerdaya, Aidha memperkuat komitmennya dalam mendukung pekerja migran melalui keterampilan praktis, kepercayaan diri, dan networking yang membantu membangun perkembangan diri secara berkelanjutan.
Sebagai bagian dari upaya memperluas akses dan inklusi, Aidha kini juga menyediakan kelas pendidikan keuangan dalam Bahasa Indonesia.
Pendaftaran kelas ini terbuka bagi seluruh pekerja migran Indonesia di Singapura, sehingga semakin banyak perempuan dapat membangun kepercayaan diri dalam mengelola keuangan, meningkatkan ketahanan hidup, dan merencanakan masa depan yang lebih baik.