Anggota Komisi VI DPR RI Rachmat Gobel. Foto: Istimewa TODAYNEWS.ID – Anggota Komisi VI DPR RI, Rachmat Gobel, menyoroti dampak perang di Timur Tengah yang mulai menekan industri elektronik nasional, terutama akibat lonjakan harga plastik kemasan hingga 50% dalam beberapa minggu terakhir.
Menurut Gobel, kenaikan harga bahan baku tersebut merupakan konsekuensi yang tidak terhindarkan dari gejolak global.
“Kalau soal kenaikan harga dan dampak daripada perang ini nggak bisa terhindari,” ujar Gobel, dalam keterangan yang diterima, Jumat (10/4/2026).
Oleh karena itu, pelaku industri dituntut segera menyesuaikan strategi produksi agar tetap bertahan.
“Tentu sebagai pengusaha kita semua harus bisa melakukan engineering desain yang lebih lagi bagaimana mengatasi kenaikan bahan baku ini sendiri,” ujar Gobel.
Sedangkan terkait harga jual, para pelaku industri kata Gobel, kini tengah menghitung ulang strategi.
Sebagian produsen mempertimbangkan kenaikan harga, sementara lainnya memilih bertahan meski margin keuntungan tergerus.
“Pasti ada yang naikkan harga, tapi ada juga yang mencoba bertahan dengan konsekuensi tidak ada profit,” ucapnya.
Namun demikian, Gobel menilai tekanan paling berat justru dirasakan oleh pelaku usaha menengah dan kecil yang memiliki keterbatasan dalam melakukan inovasi desain maupun efisiensi produksi.
Di tengah kondisi tersebut, ia meminta pemerintah memberikan dukungan konkret, seperti kemudahan impor bahan baku plastik dan insentif bagi sektor manufaktur.
“Diharapkan pemerintah juga bisa memberikan kemudahan dan kelancaran impor bahan baku plastik serta dukungan insentif dalam rangka mengatasi masalah ini,” ungkapnya.