x

Gubernur Pramono Tinjau Pintu Air Cengkareng Drain, Debit Air Turun dan Banjir Mulai Terkendali

waktu baca 3 menit
Sabtu, 24 Jan 2026 16:15 29 Azis Arriadh

TODAYNEWS.ID – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meninjau Pintu Air Cengkareng Drain, Jakarta Barat, pada Jumat (23/1). Dalam kesempatan tersebut, ia memastikan pintu air itu berfungsi optimal dalam mengatur aliran sekaligus ketinggian air di wilayah hilir.

Cengkareng Drain memegang peran krusial dalam sistem pengendalian banjir di DKI Jakarta, khususnya Jakarta Barat dan Jakarta Utara. Saluran ini terhubung dengan sejumlah aliran sungai seperti Kali Angke, Kali Sepak, Kali Pesanggrahan, Kali Mookervart, Kali Apuran, Kali Banjir Kanal Timur (BKT), serta beberapa saluran penghubung (Phb), yakni Phb Pedongkelan di sisi barat dan Phb Kapuk Raya di sisi timur.

“Jakarta Barat merupakan titik kunci pertemuan berbagai aliran sungai. Saat ini memang masih terdapat beberapa titik banjir di wilayah Jakarta Barat. Namun, dengan adanya penurunan debit air di pintu air ini, saya meyakini kondisi tersebut akan segera surut,” jelas Gubernur Pramono.

Ia menambahkan, banjir di Jakarta Utara, Timur, Selatan, dan Pusat sudah menunjukkan tren surut. Sementara itu, untuk Jakarta Barat terutama kawasan Daan Mogot, Gubernur Pramono telah menginstruksikan Dinas Sumber Daya Air agar mempercepat penanganan dengan menambah jumlah pompa air.

“Daan Mogot memang menjadi muara dampak aliran air dari berbagai wilayah. Namun, saat ini kondisinya sudah jauh lebih baik. Debit air mulai turun dan saya yakin Daan Mogot juga akan segera surut. Saya sudah meminta Bu Ika untuk menambah jumlah pompa agar penanganannya lebih efektif,” tambahnya.

Selain itu, Gubernur Pramono turut mengimbau warga, khususnya yang tinggal di bantaran sungai, agar lebih waspada serta menghindari aktivitas di sekitar aliran sungai, mengingat curah hujan masih tergolong tinggi.

TMA Sempat Siaga 1, Kini Berangsur Turun

Sementara itu, Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU), Diana Kusumastuti, memastikan Pintu Air Cengkareng Drain tetap berfungsi baik. Ia menjelaskan bahwa pada pagi hari sempat terjadi kenaikan tinggi muka air (TMA) cukup signifikan, tetapi kondisinya mulai berangsur normal seiring turunnya ketinggian air di pintu bendung.

“Tadi pagi debit air sempat tercatat di angka 380 atau berstatus bahaya/siaga 1. Saat ini sudah mengalami penurunan menjadi 350, meskipun masih berstatus siaga 1 karena berada di atas angka 300,” ujar Diana.

Menurutnya, tren penurunan debit air menjadi indikator bahwa sistem pengendalian aliran di Cengkareng Drain berjalan sesuai fungsi. Meski hujan masih terjadi di sejumlah wilayah, kondisi tersebut dinilai tetap terkendali.

“Artinya, aliran air saat ini berjalan dengan baik dan berfungsi sebagaimana mestinya. Kami berharap kondisi ini dapat terus terjaga agar genangan dan banjir bisa segera surut,” kata Diana.

OMC Digelar untuk Tekan Intensitas Hujan

Sebagai langkah antisipasi terhadap potensi cuaca ekstrem, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta juga menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) hingga tiga kali sehari yang dijadwalkan berlangsung sampai 27 Januari 2026. Program ini terbukti mampu menurunkan intensitas hujan, dari hujan lebat menjadi hujan ringan hingga rintik-rintik, sehingga membantu mempercepat penanganan genangan.

Dengan kombinasi fungsi optimal Pintu Air Cengkareng Drain, penambahan pompa, serta OMC, Pemprov DKI Jakarta optimistis banjir di berbagai wilayah akan semakin terkendali. Warga diimbau tetap siaga dan mengikuti informasi resmi agar keselamatan tetap terjaga.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

1 hour ago
7 hours ago
11 hours ago
11 hours ago

LAINNYA
x
x