x

Gubernur Pramono Resmikan Pasar Kombongan, Lebih Representatif dan Modern

waktu baca 3 menit
Rabu, 7 Jan 2026 11:58 4 Azis Arriadh

TODAYNEWS.ID – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meresmikan Pasar Kombongan di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Selasa (6/1). Usai revitalisasi, pasar tersebut kini tampil lebih representatif dengan bangunan dua lantai yang mampu menampung 121 kios dan 50 los.

“Pasar Kombongan sudah mangkrak selama 4–5 tahun. Hari ini sudah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Permasalahannya adalah akses menuju lokasi ini yang masih perlu diperbaiki,” ungkap Gubernur Pramono.

Ia menegaskan, revitalisasi Pasar Kombongan merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menghidupkan kembali pasar-pasar rakyat yang sebelumnya terbengkalai dan kurang berfungsi optimal.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Pramono juga berdialog langsung dengan para pedagang untuk menyerap aspirasi serta kebutuhan mereka sebelum aktivitas perdagangan dimulai sepenuhnya.

“Saya ingin pasar ini benar-benar hidup kembali. Karena itu, saya minta masukan langsung dari para pedagang mengenai hal-hal yang perlu diperbaiki agar pembeli semakin banyak datang ke Pasar Kombongan,” ujarnya.

Salah satu pedagang, Sarwono, menyampaikan keluhan terkait aksesibilitas pasar yang dinilai menurun sejak adanya penutupan jalur akibat lintasan kereta api. Kondisi tersebut berdampak pada kelancaran distribusi barang dan jumlah pengunjung.

“Saya berharap kepada Bapak Gubernur supaya bisa membuka akses, paling tidak untuk motor, agar geliat usaha dan lalu lalang membawa barang menjadi lebih mudah,” jelas Sarwono.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Pramono langsung meminta jajaran terkait, termasuk Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat dan Perumda Pasar Jaya, untuk segera mencari solusi konkret.

“Saya minta agar segera diupayakan akses minimal untuk kendaraan roda dua. Kita memang tidak bisa mengubah jalur kereta, tetapi bisa membuka akses alternatif agar pembeli lebih mudah datang ke pasar,” tegasnya.

Selain akses, Gubernur Pramono juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan pasar serta mendorong penerapan sistem transaksi non-tunai. Menurutnya, digitalisasi melalui QRIS akan meningkatkan kenyamanan sekaligus keamanan bagi pedagang dan pembeli.

“Dengan pembayaran digital, risiko copet berkurang, praktik pungutan liar bisa ditekan, dan pembeli merasa lebih aman serta nyaman,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Agus Himawan, menjelaskan bahwa saat ini pihaknya mengelola 153 pasar di seluruh wilayah Jakarta. Hingga Desember 2025, hampir 84 pasar telah diperbaiki dan direvitalisasi.

Terkait isu parkir liar, Agus memastikan pengelolaan parkir di Pasar Kombongan telah bekerja sama dengan pihak ketiga. Ia juga mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika masih ditemukan praktik parkir tidak resmi.

Pasar Kombongan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, seperti musala, toilet umum dan toilet disabilitas, jaringan air PAM, ruang genset, ruang laktasi, area bongkar muat, area parkir, hidran, CCTV, serta tempat pembuangan sampah sementara. Seluruh kios dan los juga telah menerapkan sistem pembayaran digital melalui QRIS Bank Jakarta.

Adapun pembagian unit usaha di Pasar Kombongan meliputi 71 kios dan 50 los di lantai dasar, serta 50 kios di lantai satu. Sebelumnya, pada awal 2024, Perumda Pasar Jaya juga telah meresmikan Pasar Jatirawasari dan Pasar Cilincing sebagai bagian dari program revitalisasi pasar rakyat di Jakarta.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

1 hour ago
2 hours ago
2 hours ago
1 day ago

LAINNYA
x
x