Ilustrasi Bendera Partai Golkar. Foto: Istimewa TODAYNEWS.ID – Wacana dukungan terhadap Presiden Prabowo Subianto untuk dua periode semakin menggema.
Namun dalam gemaan itu, Partai Golkar menyatakan hanya mendukung dukung pemerintagan Prabowo-Gibran hingga selesai masa jabatan.
Pengamat Politik Citra Institute Efriza, menilai pernyataan itu ciri khas Partai Golkar sebagai partai politik yang rasional dan tidak ingin terburu-buru memberikan dukungan pada Pemilu 2029.
“Pernyataan Bahlil lebih kepada mendukung Pemerintahan Prabowo-Gibran, menunjukkan watak klasik Golkar sebagai partai yang sangat rasional, berhitung, dan tidak tergesa-gesa menjelaskan pilihan sosok untuk Pemilu mendatang,” kata Efriza kepada TODAYNEWS, Selasa (10/2/2026).
Efriza berkata, Partai Golkar tentunya akan berhati-hati sebelum memberikan dukungan kepada salah satu pasangan calon.
Sebab, kata Efriza, persepsi publik masih memandang Gibran sebagai sosok yang memiliki cacat etik usai Mahkamah Konstitusi (MK) mengubah batas usia syarat pencalonan capres-cawapres menjelang Pilpres 2024.
“Bahlil penuh kehati-hatian untuk mengungkapkan dukungan kepada Gibran, sebab Gibran hingga kini masih dinilai oleh publik punya ‘cacat etik’,” ujar Efriza.
“Sehingga, jika Golkar menyatakan dukungan kepada Gibran artinya Golkar malah akan memperoleh persepsi negatif oleh publik,” tambah dia.
Lebih lanjut, Efriza memprediksi, pada peta politik 2029, Partai Golkar masih akan tetap mendukung Prabowo untuk kembali maju pada Pemilu 2029.
Efriza menilai, partai politik yang memberikan dukungan kepada Prabowo akan mendapatkan keuntungan.
Namun, Partai Golkar saat ini masih menahan diri dan menjaga fleksibikitas politik di internal.
“Meski tidak menutup pintu bagi Gibran, tetapi juga tidak mau terikat terlalu dini pada satu figur sebelum daya tawar dan posisi strategisnya benar-benar optimal,” pungkasnya.