Alex Noerdin saat masih menjabat Gubernur Sumatera Selatan. Foto: Instagram @alexnoerdin.id TODAYNEWS.ID – Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ace Hasan Syadzily, mengatakan bahwa partainya mengaku sangat kehilangan atas wafatnya mantan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Alex Noerdin, pada Rabu (25/2/2026) siang.
Ace mengatakan bahwa Alex Noerdin semasa hidupnya memiliki kontribusi besar bagi Partai Golkar sebagai kader maupun provinsi Sumatera Selatan sebagai gubernur.
“Partai Golkar sangat berduka atas wafatnya almarhum Bapak Alex Noerdin. Beliau pernah menjadi Ketua DPD Partai Golkar Sumatera Selatan, memimpin provinsi Sumatera Selatan sebagai gubernur dan anggota DPR/MPR RI dari fraksi Partai Golkar,” kata Ace kepada wartawan, Rabu (25/2/2026).
Sebab itu, Ace mengaku seluruh keluarga Partai Golkar merasa kehilangan dan berdoa semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
“Kami merasa kehilangan atas wafatnya beliau. Semoga almarhum diterima di sisi-Nya dan husnulkhatimah,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Partai Golkar Sarmuji, mengatakan bahwa Alex Noerdin telah banyak membawa kemajuan bagi Sumsel saat menjabat sebagai gubernur dua periode 2008-2018.
“Beliau termasuk gubernur yang banyak membawa kemajuan bagi Sumsel. Semoga semua amal ibadah diterima Allah SWT,” kata Sarmuji.
Seperti diberitakan, Alex Noerdin merupakan salah satu tokoh politik berpengaruh di Sumatera Selatan.
Selama menjabat sebagai Gubernur Sumsel, dirinya berperan besar dalam pembangunan infrastruktur dan olahraga, khususnya pada penyelenggaraan Asian Games 2018 yang menempatkan Palembang dan Jakarta menjadi tuan rumah.
Keberhasilan Palembang menjadi tuan rumah dalam ajang olahraga internasional se-Asia itu telah meningkatkan citra Sumatera Selatan di mata nasional dan internasional.
Namun seiring berjalannya waktu, karir politik Alex Noerdin mulai ternoda saat dirinya diduga terseret dalam beberapa kasus hukum, terkait proyek pembangunan dan pengelolaan dana daerah.
Bahkan dirinya sempat menjadi terdakwa dan dijatuhi hukuman dalam perkara korupsi, termasuk yang berkaitan dengan proyek pembangunan Masjid Sriwijaya Palembang dan dana pembangunan infrastruktur.
Atas kasus-kasus itu, reputasi politik Alex Noerdin pun merosot tajam dan memilih untuk mengakhiri kariernya di panggung politik pemerintahan.