x

Eddy Soeparno Soroti Ketegangan di Selat Hormuz: Berimplikasi ke Harga Minyak Dunia

waktu baca 3 menit
Selasa, 3 Mar 2026 17:00 18 Akbar Budi

TODAYNEWS.ID – Wakil Ketua MPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno menyoroti meningkatnya ketegangan di kawasan Selat Hormuz akibat eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Iran, dan Israel.

Menurut Eddy, situasi ini berpotensi memberikan dampak signifikan terhadap stabilitas pasokan energi global, termasuk Indonesia yang masih memiliki ketergantungan terhadap impor minyak mentah dan bahan bakar minyak.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran energi paling strategis di dunia. Ketika konflik meningkat dan risiko gangguan distribusi membesar, pasar energi internasional biasanya merespons dengan lonjakan harga minyak dunia. Kondisi ini, menurut Eddy Soeparno, harus diantisipasi secara serius oleh pemerintah.

“Gejolak di Selat Hormuz bukan hanya isu geopolitik regional, tetapi juga memiliki implikasi langsung terhadap harga minyak dunia. Jika harga minyak melonjak tajam, maka tekanan terhadap APBN kita akan semakin besar, terutama karena nilai impor yang tinggi dan juga adanya kompensasi energi,” lanjutnya.

Antisipasi Dampak Harga Minyak Dunia terhadap APBN

Ia menegaskan bahwa Indonesia sebagai negara pengimpor minyak dalam jumlah signifikan sangat rentan terhadap fluktuasi harga minyak dunia.

Kenaikan harga minyak mentah berdampak pada fiskal negara sekaligus berpotensi menekan daya beli masyarakat serta meningkatkan biaya produksi di berbagai sektor.

“Saat ini ketergantungan pada energi fosil dari sumber impor membuat ruang fiskal kita mudah tertekan ketika terjadi krisis global. Karena itu, dalam berbagai kesempatan saya selalu sampaikan bahwa ketahanan energi harus menjadi agenda strategis yang sejajar dengan ketahanan nasional,” tegasnya.

Doktor Ilmu Politik UI ini menegaskan upaya mewujudkan ketahanan energi sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat kemandirian energi nasional.

“Presiden Prabowo telah menegaskan pentingnya mempercepat pengembangan energi baru dan terbarukan serta memaksimalkan potensi energi domestik. Dalam konteks krisis global seperti sekarang, arah kebijakan tersebut terbukti semakin relevan,” ucapnya.

Menurut Eddy, Indonesia memiliki potensi besar di sektor energi terbarukan seperti panas bumi, tenaga surya, hidro, dan bioenergi yang belum dimanfaatkan secara optimal.

Percepatan investasi dan reformasi regulasi di sektor ini menjadi kunci untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor minyak dan dampak gejolak harga minyak dunia.

“Setiap kali terjadi konflik di Timur Tengah, kita selalu dihantui kekhawatiran soal harga minyak dunia. Ini harus menjadi momentum untuk mempercepat transformasi energi. Ketahanan energi adalah bagian dari ketahanan nasional,” tegasnya.

Ia juga mendorong pemerintah untuk menyiapkan langkah antisipatif jangka pendek guna menjaga stabilitas APBN, termasuk penguatan cadangan energi nasional sebagai upaya mitigasi lonjakan harga minyak global.

“Pemerintah perlu memastikan bahwa gejolak global tidak langsung membebani masyarakat. Kebijakan fiskal dan energi harus disinergikan agar tekanan eksternal dapat diredam,” tutupnya.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

4 hours ago
1 day ago
1 day ago
2 days ago
2 days ago
2 days ago

LAINNYA
x
x