Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Setyo Budiyanto. (Foto: Antara) TODAYNEWS.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berharap Menteri Agama Nasaruddin Umar dapat memberikan penjelasan lebih dahulu terkait dugaan gratifikasi berupa fasilitas perjalanan menggunakan jet pribadi milik Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO), tanpa perlu pemanggilan resmi dari lembaga antirasuah.
“Syukur-syukur kalau kemudian sudah merespons, bisa mempertanggungjawabkan tanpa harus diundang, dan tanpa harus dipanggil,” ujar Ketua KPK Setyo Budiyanto di Gedung Juang KPK, Jakarta, Rabu.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa KPK membuka ruang bagi Menag untuk mendatangi Kedeputian Pencegahan dan Monitoring guna memberikan klarifikasi atas dugaan gratifikasi tersebut. Dengan langkah itu, proses penjelasan dapat berlangsung secara terbuka dan proporsional.
“Di sana (Kedeputian Pencegahan dan Monitoring), ada Direktorat Gratifikasi dan Pelayanan Publik yang dapat menyampaikan dan menjelaskan tentang yang sedang berkembang, isu-isu yang sedang berkembang di luar,” katanya.
Menurut Setyo, setelah penjelasan disampaikan, KPK akan melakukan analisis mendalam terhadap dugaan gratifikasi Menag tersebut. Proses ini menjadi bagian dari mekanisme internal lembaga dalam menelaah setiap informasi yang beredar di ruang publik.
“Nanti bisa kami analisa, bisa kami telaah,” ujarnya.
Sebelumnya, pada 16 Februari 2026, media sosial X diramaikan dengan kabar kunjungan Menteri Agama yang menggunakan jet pribadi. Informasi tersebut langsung menjadi sorotan publik karena berkaitan dengan potensi konflik kepentingan dan gratifikasi.
Pada tanggal yang sama, Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kementerian Agama Thobib Al Asyhar menjelaskan bahwa Menag menggunakan jet pribadi saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, pada 15 Februari 2026.
Thobib menambahkan bahwa pesawat tersebut merupakan milik tokoh nasional Oesman Sapta Odang yang meminjamkannya kepada Menag dengan alasan efisiensi waktu di tengah padatnya agenda kerja.
“Pak OSO secara khusus mengundang dan berharap Balai Sarkiah diresmikan Menag. Pak OSO (juga, red.) yang berinisiatif siapkan jet pribadi untuk Menag agar bisa hadir di tengah agenda Menag yang padat,” ujar Thobib dalam keterangan resmi pada laman Kemenag, Senin.