x

Dubes: Iran Tak Mungkin Jadi Pihak yang Memulai Peperangan

waktu baca 3 menit
Jumat, 23 Jan 2026 14:40 27 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Duta Besar (Dubes) Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, mengatakan bahwa negaranya tidak akan menjadi pihak yang memulai peperangan meski rezim Zionis Israel dan Amerika Serikat (AS) terus menebar ancaman.

Hal itu disampaikan Boroujerdi saat menjawab pertanyaan wartawan TODAYNEWS terkait pernyataan Presiden Masoud Pezeshkian yang menyatakan bahwa bangsa Iran siap perang skala penuh.

“Tentu selama 200 tahun belakangan ini Iran tidak pernah menjadi pihak yang memulai sebuah peperangan,” ungkap Boroujerdi pada saat konferensi pers di Kediaman Resminya di Jalan Madiun, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (22/1/2026).

Bahkan Boroujerdie mencontohkan selama perang Iran-Irak pada tahun 1980-1988, Iran tidak pernah menjadi negara yang memulai peperangan.

“Selama 8 tahun perang yang dipaksakan oleh rezim Iraq kepada kami, kami ada pihak yang bertahan dan tidak pernah menyerang terlebih dahulu,” ucapnya.

Sedangkan terkait operasi janji sejati I, II dan III merupakan tanggapan keras bangsa Iran terhadap rezim Zionis Israel yang telah membunuh para pejabat politik hingga petinggi militer Iran.

“Bahkan dalam kondisi perang pun kami tidak pernah meminta bantuan kepada pihak lain dan selalu menolak bantuan dari negara-negara sahabat yang disampaikan kepada kami,” tambahnya.

“Tujuannya adalah mencegah dan melindungi perang agar tidak lebih meluas ke wilayah lain maupun tidak mengundang aktor baru dalam sebuah peperangan,” terang Boroujerdie.

Lebih lanjut, Dubes Iran itu menegaskan bahwa saat ini militer negaranya jauh lebih siap untuk berperang dengan rezim Zionis, akan tetapi Iran memiliki prinsip tak akan menyerang sebelum musuh menyerang.

“Tentu saja kami tidak mungkin menjadi pihak yang memulai sebuah peperangan, tetapi kami siap siaga lebih kuat dari perang 12 hari untuk membela kepentingan nasional dan membela negara kami apabila mereka mengulang kembali kesalahan yang sama dengan sebelumnya,” ujarnya.

“Tentu kami akan membuat mereka sadar bahwa Iran merupakan negara yang kuat,” tambah Boroujerdie menegaskan.

Sebelumnya, Presiden Republik Islam Iran, Masoud Pezeshkian, memperingatkan bahwa setiap serangan terhadap Pemimpin Revolusi Islam atau Rahbar Ayatullah Sayyed Ali Khamenei, maka sama halnya dengan “perang skala penuh” dengan bangsa Iran.

Hal itu ditegaskan Pezeshkian dalam unggahan di akun sosial media X miliknya @drpezeshkian, seperti dilihat, pada Senin (19/1/2026).

“Menyerang Pemimpin Tertinggi negara kita sama saja dengan perang skala penuh melawan bangsa Iran,” tegas Pezeshkian.

Pernyataan itu ditegaskan Pezeshkian usai musuh-musuh Iran seperti Amerika Serikat (AS) dan rezim Zionis Israel selalu mengancam keselamatan pemimpin tertinggi negara itu.

Dalam unggahan tersebut, Pezeshkian juga mengatakan bahwa sanksi tidak manusiawi yang diberlakukan oleh AS dan sekutunya adalah salah satu alasan utama di balik kesulitan ekonomi yang dihadapi rakyat Iran.

Sebelumnya, Ayatullah Khamenei, pada pernyataan di hari Sabtu, mengatakan bahwa Iran menganggap Presiden AS Donald Trump sebagai pelaku utama pembunuhan dan penghancuran dalam kerusuhan baru-baru ini.

“Presiden AS bertanggung jawab atas korban jiwa, kerusakan, dan tuduhan palsu yang ditujukan kepada bangsa Iran,” kata Khamenei, yang menyebut Trump sebagai seorang kriminal.

Sementara itu di hari yang sama, Trump juga mengulangi retorikanya terhadap Republik Islam dan menyerukan diakhirinya kepemimpinan Ayatullah Khamenei.

“Sudah saatnya mencari kepemimpinan baru di Iran,” kata Trump kepada POLITICO.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

3 hours ago
10 hours ago
1 day ago
2 days ago

LAINNYA
x
x