Nozzle Pengisian BBM di SPBU Pertamina. Dok: PT Pertamina Patra Niaga TODAYNEWS.ID – Anggota Komisi XII DPR, Eddy Soeparno, menilai langkah pemerintah untuk mengantisipasi krisis energi akibat penutupan Selat Hormuz dan esklasi konflik di Timur Tengah sudah tepat.
Menurutnya hal itu bisa terlihat dari situasi di lapangan yang hingga hari ini masih stabil dan tidak adanya kepanikan dari masyarakat terhadap sektor energi, khususnya Bahan Bakar Minyak (BBM).
“Kalau dampaknya terhadap energi saya kira cukup baik yang dilakukan oleh pemerintah. Hari ini kita tidak melihat adanya antrian dan kendaraan untuk membeli BBM secara panic buying,” kata Eddy di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (30/3/2026).
Edy mengatakan bahwa pasokan BBM nasional tidak akan habis dalam waktu dekat, terlebih pemerintah sudah mempersiapkan berbagai skema untuk melakukan penghematan penggunaan energi.
“Tidak ada juga kekhawatiran bahwa kita akan kehabisan BBM dalam waktu dekat, sehingga akhirnya sekarang ini ada pembatasan penjualan BBM, ada WFA (Work From Anywhere) lebih daripada satu hari yang dicanangkan,” ujarnya.
“Jadi saya kira apa yang dilakukan oleh pemerintah saat ini sudah cukup baik,” tambah Eddy yang juga Wakil Ketua MPR RI itu.
Meski begitu, ia meminta pemerintah untuk tetap waspada terkait dampak perang di Timur Tengah yang berpotensi lebih panjang sehingga tak hanya berdampak bagi Indonesia, tetapi seluruh dunia.
“Tetapi tetap kita harus waspada, karena kita tidak tahu sampai kapan kondisi geopolitik ini tetap akan panas di Timur Tengah. Karena ini akan berdampak terhadap seluruh dunia, tidak hanya pada Indonesia saja,” pungkasnya.