Militer Amerika Serikat (AS). Sumber: Pars TodayTODAYNEWS.ID – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, mengumumkan bahwa dirinya berencana meningkatkan anggaran militer Amerika tahun 2027 sebesar 1,5 triliun dolar atau naik 50 persen di banding anggaran tahun ini (2026).
Berdasarkan laporan Pars Today, pada Jumat (9/1/2026), anggaran militer AS tahun 2026 disebutkan sebesar 901 miliar dolar, yang menunjukkan kenaikan 13 persen di banding anggaran militer tahun 2025.
Sementara itu, Trump mengatakan pada hari Rabu (7/1), mengatakan rencana menaikkan anggaran itu untuk menjaga kepentingan dan hegemoni AS atas dunia internasional.
“Setelah perundingan panjang dan sulit dengan para senator, anggota kongres, menteri, dan pejabat politik lainnya, saya sampai pada kesimpulan bahwa demi kepentingan negara kita, terutama di masa yang sangat sulit dan berbahaya ini, anggaran militer kita untuk tahun 2027 tidak boleh satu triliun dolar, melainkan harus 1,5 triliun dolar,” tegas Trump.
Trump jug menegaskan, bahwa “Anggaran semacam itu memungkinkan kita membangun ‘tentara ideal’ sebagaimana yang selalu kita inginkan, dan menjamin keamanan serta keselamatan kita dari setiap musuh.”
Trump juga mengklaim bahwa kebijakan tarif pemerintahannya telah meningkatkan pendapatan negara dan memberi Amerika Serikat kemampuan untuk dengan mudah mencapai target 1,5 triliun dolar.
“Jika tidak ada pendapatan besar yang diperoleh dari penerapan tarif terhadap negara lain, negara-negara yang di masa lalu telah menjarah Amerika pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya. Saya akan tetap mempertahankan angka satu triliun dolar. Namun karena tarif dan pendapatan besar yang dihasilkannya, pendapatan yang sebelumnya bahkan tak terbayangkan, kita dapat dengan mudah mencapai angka 1,5 triliun dolar,” tambah Trump.
Tak berhenti itu di situ, pernyataan gila Trump juga menyebut bahwa Gedung Putih “sedang meninjau berbagai opsi” untuk mengambil alih Greenland, dan penggunaan militer Amerika juga tidak dikesampingkan.
Keputusan ini diambil pada saat Amerika menghadapi tantangan geopolitik yang luas di panggung global. Trump mengklaim bahwa langkah tersebut diperlukan untuk membangun “tentara ideal” dan menjamin keamanan nasional.
Sementara itu, salah satu alasan utama peningkatan anggaran militer AS diprediksi karena kekhawatiran keamanan dan militer Amerika terhadap kekuatan saingan seperti Tiongkok dan Rusia.
Dalam beberapa tahun terakhir, perlombaan senjata di antara negara-negara tersebut semakin intensif, dengan teknologi baru seperti kecerdasan buatan, senjata energi terarah, dan sistem anti-drone yang menjadi arena baru peperangan.
Karena itu, Trump menekankan pentingnya kemajuan di bidang ini, berusaha mempertahankan posisi Amerika sebagai kekuatan militer teratas.
Selain itu, kehadiran dan operasi militer Amerika di kawasan sensitif seperti Laut Karibia dan Asia Barat membutuhkan sumber daya finansial besar untuk operasi berskala luas.
Selain itu, keterlibatan AS dalam serangan terhadap fasilitas nuklir Iran selama perang 12 hari dengan rezim Zionis pada Juni 2025 lalu, dan terbaru operasi terhadap Presiden Venezuela Nicolás Maduro, yang menunjukkan bahwa kebijakan luar negeri Trump tetap bertumpu pada kekuatan militer.