x

Donald Trump Ancam Kenakan Tarif 25 Persen kepada Negara yang Berbisnis dengan Iran

waktu baca 2 menit
Rabu, 14 Jan 2026 08:53 46 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam bakal mengenakan tarif 25% kepada negara-negara yang berdagang dengan Iran.

Sebagaimana yang dilaporkan Al Jazeera, pada Selasa (13/1/2025) keputusan Trump ini berisiko membuka kembali luka lama dengan Beijing, mitra utama Teheran, dan menantang pemimpin Tiongkok Xi Jinping.

Berdasarkan laporan tersebut, Iran menjadi titik konflik utama dalam hubungan AS-Tiongkok selama masa jabatan pertama Trump di Gedung Putih, ketika Washington memperketat sanksi terhadap Republik Islam dan menjadikan Huawei, yang dituduh menjual teknologi ke negara tersebut, sebagai targetnya.

Dengan ditetapkannya kembali Iran menjadi sasaran, bea masuk baru sebesar 25% akan membuat pengiriman barang dari Tiongkok ke AS dikenakan pajak melebihi 70%, atau lebih tinggi dari tarif efektif 57,5% yang berlaku sebelum kedua pemimpin mencapai kesepakatan pada bulan Oktober untuk meredakan perang dagang mereka.

Meski begitu, Trump belum menyebutkan negara-negara mana saja yang yang memiliki hubungan bisnis dengan Iran dan menjadi targetnya.

Sementara itu, Peneliti Lembaga think tank Beijing Club for International Dialogue, Wan Jin, mengatakan ancaman AS yang melibatkan negara lain termasuk China, hanyalah dalih Trump untuk terus menekan Tehran.

“China hanyalah dalih, semacam kedok bagi pemerintahan Trump, untuk memberikan tekanan baru terhadap Iran,” kata Wang Jin.

“Namun itu berlebihan, karena China tidak memiliki banyak urusan bisnis dengan Iran,” tambahnya.

Menurut data bea cukai Tiongkok, Tiongkok telah secara drastis mengurangi impor dari Iran dalam beberapa tahun terakhir, karena perusahaan-perusahaan Tiongkok khawatir akan dikenai sanksi oleh pemerintah AS.

Data bea cukai terbaru menunjukkan bahwa Tiongkok hanya membeli barang-barang Iran senilai $2,9 miliar dalam 11 bulan pertama tahun lalu, dibandingkan dengan puncaknya sebesar $21 miliar pada tahun 2018 selama masa kepresidenan pertama Trump.

“China dan Iran tidak sedekat seperti yang dibayangkan publik,” kata seorang akademisi Tiongkok saat memberikan nasihat kepada kementerian luar negeri tentang kebijakan Iran.

“Hubungan komersial antara China dan Iran dibangun di sekitar minyak, dan meskipun Beijing belum mampu memperluas hubungan perdagangan kedua negara, hubungan politik justru semakin erat,” tambah akademisi itu.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

12 hours ago
13 hours ago
21 hours ago
1 day ago

LAINNYA
x
x