x

Dinkes DKI Jakarta Imbau Warga Tetap Tenang Hadapi Isu Superflu

waktu baca 3 menit
Kamis, 8 Jan 2026 10:41 5 Azis Arriadh

TODAYNEWS.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan waspada menyikapi isu superflu yang belakangan ramai diperbincangkan. Istilah superflu merujuk pada peningkatan aktivitas influenza musiman, khususnya yang disebabkan oleh virus Influenza A (H3N2) subclade K.

Kepala Dinkes DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, menegaskan bahwa subclade K bukan merupakan virus baru. Subclade adalah bagian dari mutasi alami virus influenza yang terjadi secara berkala. Hingga kini, varian tersebut tidak terbukti menyebabkan tingkat keparahan maupun angka kematian yang lebih tinggi dibandingkan influenza musiman lainnya.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Influenza A (H3N2) subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025. Hingga akhir Desember 2025, tercatat sebanyak 62 kasus yang tersebar di delapan provinsi. Namun demikian, Ani memastikan sampai saat ini belum ditemukan kasus Influenza A (H3N2) subclade K di wilayah DKI Jakarta. Meski begitu, kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan seiring meningkatnya aktivitas dan mobilitas masyarakat pascalibur Natal dan Tahun Baru.

“Kami memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus Influenza A subclade K di DKI Jakarta. Masyarakat tidak perlu panik, namun tetap harus waspada. Penguatan surveilans, pelayanan kesehatan, serta upaya promotif dan preventif terus kami lakukan untuk melindungi masyarakat,” ujar Ani, di Jakarta, pada Kamis (8/1).

Ia menambahkan, pola kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan pneumonia di DKI Jakarta masih mengikuti pola musiman yang dapat diprediksi serta dikelola oleh sistem kesehatan.

“Sepanjang tahun 2025, tren ISPA cenderung meningkat pada awal dan akhir tahun seiring perubahan cuaca dan peningkatan aktivitas masyarakat. Sementara itu, kasus pneumonia tetap berada pada proporsi yang lebih rendah dan terkendali,” jelasnya.

Sebagai langkah kesiapsiagaan, Dinkes DKI Jakarta secara aktif menjalankan surveilans penyakit pernapasan melalui fasilitas sentinel Influenza-Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI) di puskesmas serta rumah sakit rujukan. Upaya tersebut merupakan bagian dari sistem surveilans nasional dan global yang terhubung dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk mendeteksi potensi peningkatan kasus secara dini.

“Melalui fasilitas kesehatan sentinel, aktivitas penyakit pernapasan dapat dipantau sepanjang tahun di seluruh wilayah, sekaligus menjadi bagian dari surveilans influenza dunia oleh WHO,” tambah Ani.

Selain memperkuat surveilans, Dinkes DKI Jakarta juga terus menggencarkan promosi kesehatan melalui edukasi di fasilitas kesehatan, sekolah, perkantoran, tempat ibadah, serta komunitas masyarakat, terutama pada periode influenza musiman.

Sehubungan dengan hal tersebut, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Selain itu, warga diharapkan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti rutin mencuci tangan, menggunakan masker saat sakit atau berada di kerumunan, menjaga kebersihan lingkungan, serta memastikan sirkulasi udara yang baik.

Masyarakat juga diminta segera mengakses fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala yang memberat, khususnya bagi kelompok rentan. Dinkes DKI Jakarta menegaskan bahwa influenza musiman merupakan penyakit yang dapat dicegah dan dikendalikan bersama melalui kewaspadaan, penerapan PHBS, deteksi dini, serta akses layanan kesehatan yang tepat. Warga pun diimbau untuk selalu mengacu pada informasi resmi dari pemerintah dan tenaga kesehatan.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

13 hours ago
13 hours ago
1 day ago
1 day ago

LAINNYA
x
x