Ilustrasi serangan siber. (Foto: Azis Arriadh/dibuat dengan AI) TODAYNEWS.ID – PT Bank Central Asia Tbk mengingatkan para nasabah agar semakin waspada terhadap berbagai bentuk penipuan digital, khususnya modus phishing BCA melalui situs palsu yang mengatasnamakan bank tersebut. Peringatan ini mencuat setelah ramai laporan nasabah bisnis di media sosial terkait dana transfer yang dilaporkan raib.
EVP Corporate Communication and Social Responsibility BCA Hera F Haryn menyampaikan bahwa pihak bank telah berkomunikasi langsung dengan nasabah terkait sekaligus melakukan penelusuran menyeluruh atas kasus tersebut. Langkah ini dilakukan untuk memastikan duduk perkara serta memberi kejelasan kepada publik.
“Berdasarkan kronologis yang disampaikan nasabah dan hasil penelusuran yang kami lakukan, kejadian ini merupakan modus penipuan phishing melalui situs web palsu,” kata Hera dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.
Hera juga menegaskan bahwa hasil pengecekan internal menunjukkan sistem BCA tetap aman dan tidak mengalami gangguan apa pun. Karena itu, ia mengimbau nasabah agar lebih teliti serta tidak mudah percaya pada website yang mengaku sebagai layanan resmi BCA.
BCA juga kembali mengingatkan agar nasabah tidak pernah membagikan data perbankan yang bersifat rahasia seperti Appli Token Key BCA, PIN, OTP, maupun kata sandi dalam kondisi apa pun. Langkah pencegahan ini dinilai krusial untuk menekan risiko phishing BCA.
Selain itu, informasi dan layanan resmi BCA hanya tersedia melalui kanal resmi seperti aplikasi haloBCA, nomor Halo BCA 1500888 tanpa tambahan apa pun, WhatsApp Bank BCA 08111500998 dengan tanda centang biru, Instagram @goodlifebca yang sudah terverifikasi, serta situs resmi www.bca.co.id. Nasabah diminta memastikan selalu mengakses jalur resmi tersebut.
Sebelumnya, media sosial diramaikan cerita nasabah bisnis yang mengaku kehilangan dana hingga miliaran rupiah. Salah satunya diunggah akun Instagram @realmrbert yang menjelaskan korban seharusnya mengakses KlikBCA Bisnis melalui alamat vpn.klikbca.com.
Namun korban justru masuk ke website palsu dengan alamat yang mirip situs resmi dan tampilan yang hampir sama. Saat proses transaksi dilakukan, dana tidak masuk ke rekening tujuan melainkan berpindah ke rekening pelaku penipuan. Modus phishing BCA ini memanfaatkan kelengahan korban saat mengakses tautan.
Kisah serupa juga dibagikan akun Instagram @tommy********. Ia mengaku kehilangan sekitar Rp500 juta setelah mengakses website palsu KlikBCA Bisnis lewat mesin pencari Google. Dana tersebut awalnya disiapkan untuk membayar gaji karyawan, tetapi justru lenyap ke rekening penipu.