x

Buka Debat Pemilu VI, Rahmat Bagja: Berdebatlah Sekeras-kerasnya demi Demokrasi

Laporan: Akbar Budi Prasetia

waktu baca 2 menit
Senin, 21 Sep 2026 16:00 105

TODAYNEWS.ID — Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja berharap Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu VI Antar Perguruan Tinggi se-Indonesia dapat melahirkan gagasan dan usulan mahasiswa untuk memperkuat penegakan hukum pemilu di Indonesia.

Hal itu disampaikan Bagja saat membuka Tahapan Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu VI Antar Perguruan Tinggi se-Indonesia dengan tema “Penguatan Lembaga Bawaslu Dalam Penegakan Hukum Pemilu” di Hotel Mercure Convention Ancol, Jakarta, Senin (21/9/2026).

Bagja mengatakan, forum debat tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menguji argumentasi sekaligus menyampaikan gagasan mengenai pelaksanaan undang-undang pemilu.

“Semoga debat kali ini menghasilkan usulan mahasiswa, nanti adu debat bagaimana undang-undang pemilu dilakukan,” kata Bagja.

Dia menyebut kompetisi debat tahun ini menjadi yang terakhir diselenggarakan oleh Bawaslu periode 2022–2027. Pasalnya, pelaksanaan kompetisi pada 2027 mendatang akan menjadi tanggung jawab Bawaslu periode berikutnya.

“Nah, debat kali ini adalah debat terakhir periode kami, 2022–2027. Karena debat nanti tahun depan, 2027, akan dilaksanakan oleh Bawaslu periode 2027–2032,” ujarnya.

Bagja juga menyinggung arah penguatan kelembagaan Bawaslu ke depan, khususnya dalam menjalankan fungsi penyelesaian sengketa administrasi.

Menurut dia, Bawaslu ke depan akan bergerak sebagai lembaga yang menangani penyelesaian sengketa administrasi, baik sengketa proses administrasi maupun sengketa proses hasil atau hasil dari seluruh proses yang ada.

“Nanti Bawaslu bergerak ke depan sebagai lembaga penyelesaian sengketa administrasi, baik sengketa proses administrasi maupun sengketa proses hasil atau hasil dari seluruh proses yang ada,” tutur Bagja.

Karena itu, dia menilai forum debat mahasiswa menjadi penting untuk menguji berbagai argumentasi dan gagasan mengenai penyelenggaraan serta penegakan hukum pemilu.

“Itulah pentingnya sekarang adanya adu debat ini, di mana seluruh argumentasi akan dilakukan, seluruh hal akan dilakukan,” katanya.

Bagja pun meminta para peserta berani menyampaikan argumentasi secara kuat dalam perdebatan. Namun, dia mengingatkan agar perbedaan pandangan dalam debat tidak berubah menjadi permusuhan.

“Berdebatlah dengan keras sekeras-kerasnya, sekuat-kuatnya. Suaranya boleh yang baik dan lain-lain, tapi ingat perdebatan argumentasi tidak melahirkan permusuhan, berusaha memperjuangkan demokrasi di Indonesia,” tegasnya.

Sebagai informasi, pada tahapan eliminasi kompetisi tersebut tercatat sebanyak 370 regu dari perguruan tinggi se-Indonesia yang berpartisipasi.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 24 perguruan tinggi berhasil lolos dan berhak mengikuti Tahapan Nasional Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu VI Antar Perguruan Tinggi se-Indonesia Tahun 2026.

Adapun juri dalam kompetisi debat tahun ini terdiri dari 36 juri yang berasal dari akademisi, mantan penyelenggara pemilu, dan praktisi hukum.

Editor: Azis Arriadh

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

23 hours ago
3 days ago
4 days ago
5 days ago
7 days ago
7 days ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor