x

Budi Arie Sulit Diterima Partai Politik

waktu baca 2 menit
Senin, 24 Nov 2025 14:12 34 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Penolakan sejumlah kader dan organisasi sayap Partai Gerindra yang menentang bergabungnya Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi terus mendapat sorotan dari pengamat politik.

Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando Emas, mengatakan jika seandainya Budi Arie mengendurkan niatnya untuk bergabung dengan Partai Gerindra dan beralih ke Partai Politik lainnya, maka Budi Arie juga akan mengalami nasib serupa.

“Kalaupun Budi Arie merubah keputusannya tersebut dan memilih partai lain, sangat mungkin akan bernasib yang sama yaitu mengalami penolakan,” kata Fernando kepada TODAYNEWS, Senin (24/11/2025).

Pasalnya kata Fernando, sudah bukan rahasia umum lagi bahwa Budi Arie hendak mencari perlindungan melalui Partai Gerindra lantaran dirinya terjerat kasus dugaan judi online (Judol).

“Seperti dugaan banyak pihak bahwa Budi Arie berniat gabung ke Partai Gerindra karena untuk kepentingan mengamankan dirinya dari kasus judi online yang selama ini menyeret namanya,” ujarnya.

“Sehingga Partai Gerindra menjadi pilihan utama bukan partai lain termasuk Partai Solidaritas Indonesia (PSI),” tambahnya.

Seperti diberitakan, berbagai kader dan organisasi sayap partai Gerindra menyatakan penolakannya atas kehadiran Budi Arie untuk bergabung dengan Partai pimpinan Prabowo itu.

Hal itu dibenarkan Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra, Azis Subekti, yang menyatakan bahwa sangat wajar jika kehadiran Ketua Umum Projo itu ditolak oleh seluruh kader Gerindra.

Menurut Azis, banyaknya persoalan yang menyeret Budi Arie hingga menimbulkan polemik di publik sangat sensitif untuk bisa diterima oleh kader Gerindra.

“Hal-hal seperti yang dilakukan oleh Pak Budi Arie, itu sangat sensitif bagi kader Gerindra. Ya itu tercermin dari penolakan kader-kader Gerindra di seluruh tanah air,” ujar Azis di Kompleks, Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (17/11/2025) lalu.

Azis mengatakan, bahwa di dalam internal partai seluruh kader Gerindra diajarkan oleh Prabowo untuk memiliki etika dalam berpolitik.

Selain itu, seluruh kader Gerindra juga ditekankan untuk tidak boleh berkhianat dan memiliki integritas serta kesetiaan.

“Jadi kalau Gerindra itu mengajarkan tentang etika dalam berpolitik. Karena tentang etika, kita tiap saat itu diingatkan oleh Pak Prabowo, dalam berpolitik harus punya etika,” ujarnya.

“Enggak boleh berkhianat, punya integritas, kesetiaan pada teman, loyalitas pada atasan,” tambah Azis.

Lebih lanjut, kata Azis, tak hanya Prabowo, seluruh pimpinan DPP Partai Gerindra juga selalu menekankan kepada kader untuk bersikap jujur dan tidak berkhianat kepada teman seperjuangan.

“Yang memperingatkan kan pimpinan kita sendiri, diajarkan untuk setia, punya loyalitas, punya integritas, jujur, tidak makan teman, gitu kan,” pungkasnya.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

1 day ago
1 day ago
2 days ago
2 days ago

LAINNYA
x
x